Unduh Aplikasi

Zaini Abdullah Merawat Tradisi

Zaini Abdullah Merawat Tradisi
Gubernur Zaini Abdullah berpose usai menyerahkan hadiah kepada juara pacuan kuda tradisional di Takengon, Aceh Tengah. Foto: dok humas Aceh Tengah
KEMARIN sore, Zaini Abdullah tampil bak koboi. Datang ke arena pacuan kuda tradisional Gayo, di Takengon, Zaini melihat langsung balapan yang menjadi kebanggaan masyarakat Tahan Gayo itu.

Balap kuda adalah budaya yang mengakar kuat di masyarakat Gayo. Suasana di sekitar pacuan kuda penuh dengan manusia. Mereka datang dengan berbagai cara. Dari kendaraan mewah hingga kendaraan bak terbuka.

Bagi masyarakat, ini adalah sebuah pesta. Kuda adalah kebanggaan. Dia melambangkan supremasi budaya yang tinggi di Gayo. Pacuan ini membuat seluruh masyarakat Gayo bersatu. Masyarakat Bener Meriah dan Gayo Lues membaur bersama tuan rumah, masyarakat Aceh Tengah. Tak ada perseteruan. Semua kompetisi hanya berada di arena pacuan.

Dalam kesempatan yang sama, Zaini mengungkapkan kekagumannya kepada keindahan alam Takengong. Dia menyamakan daerah ini dengan sebuah kota di negeri Swiss, Jenewa. Ada dua kesamaan mendasar dari dua kota berjarak ribuan kilometer ini. Alam yang sejuk dan kecintaan masyarakat terhadap olahraga berkuda.

Tak salah jika Zaini mempertimbangkan usul Khairul Asmara, Wakil Bupati Aceh Tengah, yang meminta Pemerintah Aceh memasukkan pacuan kuda di Tanah Gayo sebagai agenda pemerintah. Karena Zaini memahami benar makna pentingnya berkuda dalam budaya Gayo.

Tidak hanya memasukkan agenda ini ke dalam kalender pemerintah, Zaini juga harus memastikan budaya ini tidak bergeser dan menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai sosial Gayo. Modernisasi harusnya tetap menjaga agar setiap orang di Gayo, dan pelancong, dapat tetap merasakan aura tradisional, yang menjadi kekuatan pacuan kuda Tanah Gayo selama ini.

Komentar

Loading...