Unduh Aplikasi

Zahidin: Tidak Ada Pembicaraan Damai Apalagi Minta Uang, Itu Fitnah

Zahidin: Tidak Ada Pembicaraan Damai Apalagi Minta Uang, Itu Fitnah
Potongan bukti lapor. Foto: Ist

ACEH BARAT - Zahidin alias Teungku Janggot, warga Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan yang menjadi korban dugaan pemukulan oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS, membantah adanya upaya damai yang dilakukannya dalam insiden yang terjadi di Pendopo Bupati, 18 Februari 2020 lalu.

Menurutnya, hingga saat ini belum telintas oleh dirinya maupun keluarganya untuk damai, apalagi sampai meminta uang ke orang nomor satu di Aceh Barat itu hingga ratusan juta rupiah.

"Maaf bagini kebetulan kasus ini sudah ditangani keluarga saya, jadi saya tidak tahu menceritakan seperti apa. Namun setahu saya hingga saat ini belum ada sedikit pun cerita dari keluarga saya untuk damai, apalagi seperti dibilang minta uang hingga ratusan rupiah itu fitnah," kata Zahidin, saat dihubungi AJNN, Kamis, (28/7) malam.

Dikatakan Zahidin, hingga saat ini keluarganya tetap bersikukuh jika kasus dugaan pemukulan atas dirinya itu berlanjut dan diproses secara hukum.

Baca: Kasus Pemukulan, Bupati Aceh Barat Merasa Diperas

Bahkan, kata dia, dari informasi yang Ia peroleh dari keluarga ada beberapa orang yang datang menjumpai keluarganya, untuk membicarakan uapaya damai namun hingga saat ini belum diterima oleh keluarganya dan belum ada pembicaraan kearah itu.

"Jadi kalau kami katakan kami tidak mau damai itu kesannya tak baik. Namun memang ada beberapa yang datang untuk membicarakan kearah itu tapi keluarga kita masih belum dapat menerima dan tetap lanjut ke proses hukum," ungkapnya.

Zahidin menjelaskan, jika memang ada orang-orang yang datang menjumpai Bupati mengaku orang-orang dekatnya apalagi ada yang berjanji memediasi hingga meminta uang ratusan juta seperti yang disampaikan bupati itu merupakan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ia menilai bisa saja insiden yang terjadi antara dirinya dengan Bupati yang berlangsung di Pendopo tersebut dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk mencari keuntungan pribadi.

"Bisa saja yang katanya ingin damaikan hingga minta uang itu oknum yang ingin memanfaatkan kasus ini untuk kepentingan pribadi," pungkas Zahidin.

Komentar

Loading...