Unduh Aplikasi

Yusnidar: Aminullah Sosok Pemimpin Peduli Rakyat Kecil

Yusnidar: Aminullah Sosok Pemimpin Peduli Rakyat Kecil
Foto: Ist

BANDA ACEH - Yusnidar (49 tahun), seorang warga miskin di Gampong Neusu Aceh Kecamatan Baiturrahman yang baru saja menerima bantuan Program Bedah Rumah Gemilang (Pro Bergemilang) mengaku tak pernah menyangka akan memiliki satu unit rumah layak huni lengkap dengan perabotan.

Dengan nada menahan haru, ibu 9 anak ini bahkan mengaku tidak pernah bermimpi mendapatkannya. Dengan bekerja serabutan, ia berpikir mustahil bagi dirinya memiliki rumah permanen dengan fasilitas 3 kamar tidur di dalamnya.

“Saya tidak pernah menyangka, bermimpi saja saya tidak berani. Tapi hari ini, Alhamdulillah saya mendapatkan sebuah rumah. Bagi saya, ini istana yang dibangun Pak Wali untuk saya, Istana masa depan anak-anak saya,” ujar Yusnidar usai menerima kunci rumah tersebut dari Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Senin (30/11/2020) di Neusu Aceh.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada wali kota dan jajaran Pemko Banda Aceh, kepada Dirut Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman dan jajaran yang juga hadir bersama wali kota serta pejabat lainnya menyerahkan rumah untuk ditempati dirinya bersama keluarga.

“Terimakasih Pak Wali, terimakasih Pak Haizir Sulaiman, Pak Camat, Pak Keuchik dan seluruh pihak yang telah membantu, saya tidak bisa menyebutkan satu per satu. Semoga kebaikan dan kemurahan hatinya dibalas dengan pahala yang setimpal oleh Allah SWT, ” ujar Yusnidar sambil menyeka air mata keharuan yang terus membasahi kedua pipinya.

Dengan nada yang terbata-terbata, Yusnidar mendoakan Wali Kota Aminullah selalu diberikan kesehatan agar terus bisa membantu rakyat-rakyat kecil lain seperti yang dirasakan dirinya.

“Pak Wali sosok yang peduli rakyat kecil, Saya tidak bisa membalas. Semoga Pak Aminullah selalu berada dalam lindungan Allah, selalu sehat agar terus bisa membantu orang-orang seperti saya,” Yusnidar mendoakan.

Wali Kota Banda Aceh dalam kesempatan ini mengungkapkan, ia sangat prihatin melihat kehidupan Yusnidar yang harus menafkahi 9 orang anak dengan penghasilan sehari-hari yang sangat kecil.

Membesarkan anak-anak di rumah kecil yang terbuat dari papan yang sudah lapuk dimakan usia selama 10 tahun merupakan sebuah kerja keras yang ditunjukkan Yusnidar selama ini.

“Saya dapat laporan dari warga dan keuchik, kemudian saya langsung turun. Dan benar rumah Ibu Yusnidar sebelumnya sangat tidak layak. Saya ambil keputusan segera dibedah,” ungkap Aminullah yang juga Ketum MES Aceh ini.

Ia menceritakan, langsung menghubungi Dirut Bank Aceh Syariah agar dibantu pembiayaan pembangunannya melalui dana CSR. Karena kalau dibangun dengan APBK akan sedikit lama karena harus menunggu pengesahan anggaran.

“Kalau dengan APBK harus menunggu pengesahan anggaran, baru bisa dibangun tahun depan. Sementara rumah ini harus segera dibangun, Alhamdulillah respon Bank Aceh Syariah sangat bagus,” ungkap wali kota.

Setelah itu, Wali Kota Aminullah memberi target 15 hari kepada pihak kontraktor Damai Lestari Properti dibawah kepemimpinan M Nur Hasan untuk menyelesaikan pembangunan rumah tersebut. “Ternyata 10 hari selesai, ini luar biasa. Saya ucapkan terimakasih kepada Pak M Nur Hasan,” ucap wali kota.

Ia pun berharap, Yusnidar dan anak-anaknya dapat menjalani hari-hari dengan penuh kebahagian. Ia menginginkan senyum Yusnidar dan keluarga terus merekah setelah menempati rumah yang baru dibangun tersebut.

Kata Aminullah, rumah yang sejatinya dibangun type 36 plus tapi berhasil direalisasikan menjadi type 52. Kemudian wali kota juga berhasil mengumpulkan uang Rp30 juta dari jajaran Pemko dan hamba Allah untuk membeli perabotannya.

Tampak di dalam rumah, di ruang tamu sudah terpasang 1 unit televisi LED 32 inchi, sofa tamu, dan peralatan dapur lengkap dengan kompor gas. Di dalam kamar, rumah ini sudah tersedia spring bed lengkap dengan bed cover dan gorden di jendela-jendelanya.

Disediakan juga lemari dan meja belajar untuk anak-anak Yusnidar di masing-masing kamar. Terdapat juga sebuah kamar mandi full keramik. Yusnidar hanya perlu membawa pakaian saja memasuki rumah tersebut saat diserahkan wali kota.

“Semoga rumah ini bisa menjadi tempat istirahat bagi keluarga, bisa untuk beribadah dan mencari rezeki juga,” tutup Aminullah. [Mkk]

Komentar

Loading...