Unduh Aplikasi

YLKI Minta Faskes Optimalkan Pelayanan Digital Selama Pandemi Covid 19

YLKI Minta Faskes Optimalkan Pelayanan Digital Selama Pandemi Covid 19
Ketua harian YLKI, Tulus Abadi menyampaikan peningkatan pelayanan faskes. 

BANDA ACEH - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta agar setiap fasilitas kesehatan (Faskes) baik ditingkat pertama maupun lanjutan dapat mengoptimalkan pelayanan digital selama pandemi Covid 19. 

"Pandemi Covid 19 jangan dijadikan alasan menurunkan standar pelayanan, bahkan harus ditingkatkan," kata ketua pengurus harian YLKI, Tulus Abadi secara virtual pada kegiatan workshop BPJS Kesehatan, Jumat (23/10). 

Menurutnya, pelayanan berbasis digital tersebut suatu langkah yang tepat untuk mengurangi kontak fisik baik dengan pasien maupun calon pasien. 

"Pelayanan virtual menjadi keniscayaan sebagai wujud disruptif dibilang kesehatan," ucapnya.

Ia menyebutkan saat ini tantangan terbesar pada Jaminan Kesehatan Nasional adalah mewujudkan aspek preventif, promotif yang saat ini masih dianggap lemah. 

"Padahal aspek preventif dan promotif salah satu kunci keberhasilan keberlanjutan dari program JKN itu sendiri," jelas Tulus Abadi.

Ia juga menambahkan berdasarkan survei, indeks kepuasan peserta jaminan kesehatan nasional dari 2014 sampai 2019 meningkat ke level 85 persen. Namun tingkat kepuasan terhadap fasilitas kesehatan masih rendah 80 persen. Pihaknya juga mendorong agar BPJS Kesehatan memiliki layanan digital untuk pengaduan

"Kita berharap mitra BPJS Kesehatan harus bisa melakukan inovasi dalam pelayanan kesehatan, sehingga mengurangi antrian dan kerumunan," katanya. 

Kepala BPJS Kesehatan cabang Banda Aceh, Neni Fajar mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan pelayanan non tatap muka bagi peserta JKN KIS ditengah pandemi Covid 19.

"Kita sudah menyiapkan aplikasi yang dapat dimanfaatkan peserta BPJS Kesehatan untuk berkonsultasi, yaitu aplikasi Pandawa. Layanan ini untuk mendukung pemerintah dalam pencegahan penularan covid 19," katanya.

Layanan melalui Pandawa ini, kata Neni Fajar, peserta JKN KIS dan masyarakat akan mendapatkan pelayanan administrasi melalui via WhatsApp seperti daftar baru, tambah anggota keluarga, daftar bayi baru lahir, ubah data identitas serta mengaktifkan kembali kartu dan pelayanan lainnya. 

"Untuk pelayanan informasi dan pengaduan juga bisa melalui via WhatsApp. Operator akan melayani pengaduan peserta di hari dan jam kerja. Jadi tidak perlu keluar rumah untuk mengurus administrasi," ungkap Neni Fajar. 

Dalam Webinar Optimalisasi Layanan Jaminan Kesehatan di era Pandemi COVID-19 dihadiri tiga orang narasumber yaitu Muttaien (Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional), Tulus Abadi (Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) dan Andyani Budi Lestasi (Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan).

Komentar

Loading...