Unduh Aplikasi

YLBHI akan investigasi sengketa lahan Bandara Rembele

BENER MERIAH - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) regional Banda Aceh pos Lhokseumawe, melakukan investigasi terhadap kasus sengketa lahan perluasan Bandara Rembele Kabupaten Bener Meriah. Dari hasil investigasi awal, banyak ditemukan kejanggalan dalam proses pembebasan lahan warga.

Menurut Asisten Advokat YLBHI Regional Banda Aceh pos Lhokseumawe, Syahrul SH, proses pembebasan lahan masyarakat yang terkena perluasan bandara, telah berlarut-larut hingga sekarang. Padahal pada Februari 2014 lalu, masyarakat dan pemerintah telah sepakat untuk segera melakukan pembayaran hingga tuntas. Bahkan pada Maret lalu, pemerintah telah membayar, namun hanya sebagian. Besaran yang dibayar Rp. 7500 per meter.

Selanjutnya pada Agustus 2014 pemerintah berjanji akan membebaskan lahan tersebut secara menyeluruh. Kesepakatan itu dituangkan dalam surat yang ditandatangani kedua belah pihak.

Jelas Syahrul, dalam surat tersebut juga tertera, apabila pada Agustus atau telah jatuh tempo, namun pemerintah belum menempati janji, maka masyarakat akan menduduki lahan yang terkena perluasan Bandara Rembele.

"Wajar jika sekarang warga memblokir Bandara itu,” kata dia.

Hasil investigasi yang mereka lakukan akan dijadikan bahan pertimbangan dan referensi awal untuk penelusuran lebih lanjut.

“Kita siap memberi bantuan hukum kepada masyarakat sampai kasus ini tuntas,” tegasnya.

NUSI

Komentar

Loading...