Unduh Aplikasi

Polemik Penutupan Bank Konvensional

YLBH-Kontra: Qanun Lembaga Keuangan Syariah Perlu Didukung oleh Masyarakat

YLBH-Kontra: Qanun Lembaga Keuangan Syariah Perlu Didukung oleh Masyarakat
Dewan Pembina YLBH-Kontra Aceh, Ikhsan Fajri. Foto: IST.

BANDA ACEH - Dewan Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Kontak Intra Advokasi (YLBH-Kontra) Aceh, Ikhsan Fajri meminta masyarakat Aceh untuk mendukung penuh implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) ditengah polemik penutupan bank konvensional.

Menurut Ikhsan Fajri, polemik qanun LKS hingga berujung pada penutupan bank konvensional di Aceh semakin marak di perbincangkan di tengah masyarakat, kondisi ini tentu di pengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya belum maksimalnya layanan bank syariah secara teknis hingga keberadaan bank syariah di Aceh menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan baik yang pro maupun kontra.

“Dukungan masyarakat Aceh di tengah polemik ini sangat diharapkan, mengingat tanpa ada dukungan masyarakat qanun LKS akan sulit diimplementasikan dengan maksimal oleh bank syariah yang beroperasi di Aceh,” kata Ikhsan Fajri, kepada AJNN, Selasa (18/5).

Terkait belum maksimalnya layanan bank syariah secara teknis, sebut Ikhsan Fajri, komisaris Independen BSI M. Arief Rosyid juga telah merespon cepat dan serius. Dimana komisaris Independen BSI datang langsung ke OJK dan Ombusman Perwakilan Aceh untuk mendengarkan langsung keluhan dari masyarakat terhadap berbagai kendala yang dihadapi bank tersebut pasca bergabung 3 tiga bank menjadi satu bendera BSI.

“Keseriusan BSI dan bank syariah lain di Aceh seharusnya menjadi sinyal bagi masyarakat Aceh, bahwa secara internal BSI telah berkomitmen untuk terus berbenah pada arah yang lebih baik untuk memberikan pelayanan prima berdasarkan nilai-nilai syariah, dan masyarakat Aceh harus berada di garda depan untuk mendukung agar terlaksana secara maksimal serta menjadikan bank syariah sebagai model baru bagi masyarakat Aceh dalam menjalankan aktivitas bisnis dimasa akan datang,” tuturnya.

Ikhsan Fajri menjekaskan, di sisi lain paradigma perbankan syariah telah melakukan monopoli terhadap perbankan konvensional, tentu ini merupakan pandangan yang keliru hal ini mengingat qanun LKS merupakan wujud fitrah dari harapan dan impian panjang masyarakat Aceh dalam mengimplementasikan nilai-nilai syariat Islam dalam bidang ekonomi.

Sehingga, tidak tepat narasi dimana bank syariah mendapatkan untung besar dari proses konversi tersebut menjadi hal yang diperbesar-besarkan hingga bank konvensional mengalami penderitaan dan kerugian besar.

“Perlu diketahui implementasi qanun LKS ini merupakan penantian panjang dari perjuangan masyarakat Aceh dalam mengimplementasikan nilai-nilai syariat Islam secara utuh sehingga kedepan diharapkan Aceh akan menjadi rule model baru dalam penerapan ekonomi syariah secara kaffah tidak hanya di Indonesia akan tetapi didunia,” sebut Ikhsan Fajri.

Ikhsan Fajri mengungkapkan, terkait dengan permasalahan teknis yang selama ini menjadi problem tentu ini hanya permasalahan waktu saja, bank syariah akan terus berbenah pada arah lebih baik dengan mengakomodir segala saran serta masukan yang membangun dari berbagai elemen baik yang pro dan kontra.

“Qanun LKS merupakan spirit baru terhadap lahirnya regulasi-regulasi selanjutnya terkait implementasi serta model pengembangan ekonomi syariah yang tidak hanya berbicara pada sisi lembaga keuangan semata, namun kedepan diharapkan akan ada aturan selanjutnya dalam mengatur bagaimana mekanisme implementasi pariwisata halal, makanan halal, serta industri halal seperti apa yang telah digagas oleh negara maju dimana mereka telah menjadikan negaranya sebagai model ekonomi syariah,” tutupnya.

Komentar

Loading...