Unduh Aplikasi

PERINGATAN 14 TAHUN GEMPA DAN TSUNAMI ACEH

Yayasan Beudoh Gampong Seminarkan Mitigasi Bencana

Yayasan Beudoh Gampong Seminarkan Mitigasi Bencana
Ilustrasi Tsunami besar

BANDA ACEH - Yayasan Beudoh Gampong akan menggelar seminar mitigasi bencana bertajuk “Pageu Gampong” memperingti 14 tahun terjadinya gempa dan tsunami Aceh, 24 Desember 2018.

Seminar yang mengusung “Mitigasi Bencana Pageu Gampong” itu akan menghadirkan sejumlah pembicara diantarannya Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan mantan menteri PAN dan RB, Dr. Ir. Azwar Abubakar serta sejumlah pembicara lainnya.

" Mitigasi bencana merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Melalui seminar ini kita ingin memberi wawasan dan pemahaman kepada masyarakat terkait keterampilan mengenai mitigasi bencana," kata Ketua Umum Yayasan Beudoh Gampong Prof. Teuku Abdullah Sanny dalam siaran pers kepada AJNN, Sabtu (22/12/2018).

Kegiatan tersebut kata Teuku merupakan rangkaian sejumlah kegiatan dalam rangka memberikan pendidikan publik terutama dalam upaya pengurangan risiko bencana. Hal itu kata Teuku dilatar belakangi posisi Aceh yang rawan bencana.

"Berada di ujung Sumatera, Aceh sejak lama telah mengalami bencana. Gempa bumi merupakan bencana sering bahkan sebelum Tsunami 2004 para ahli geofisika telah menemukan bukti-bukti kuat bahwa Aceh pernah mengalami tsunami kembar abad ke-14 dan 15. Ini yang diduga menjadi penyebab hilangnya peradaban Lamuri,"kata Teuku.

Hingga saat ini pun lanjut Teuku, gempa masih sering kali terjadi dan terakhir terjadi di Pidie Jaya, 7 Desember 2016. Tak hanya gempa, bencana banjir bandang juga kerap terjadi di Aceh akibat rusaknya hutan-hutan di Aceh.

" Nah dalam khasanah budaya Aceh, tersimpan tata cara masyarakat dalam mempersiapkan diri terhadap bencana. Dalam manuskrip Aceh juga tertulis mengenai mitigasi gempa sehingga kearifan lokal ini harus digali kembali. Ini agar mitigasi bencana Pageu Gampong dapat diterapkan," kata Teuku.

Menurut Teuku, dimasa lalu, gampong sangat berpengaruh besar dalam pembentukan jiwa dan karakter keacehan yang tangguh. Namun hal itu berkurang pasca bencana gempa dan tsunami Aceh 2004 silam.

" Dahulu ada istilah pageu gampong dalam sistem penjagaan adat dan budaya yang memiliki ketahanan terhadap rongrongan, intervensi, atau pengaruh anasir luar. Setiap gampong di Aceh juga memiliki keahlian tersendiri seperti Gampong Pande, Baet dan Lam Blang sebagai gampong ahli senjata," ujar Teuku.

Sementara di Gampong Lamgugob ujar Teuku, menjadi tempat bermukim ahli pembuat kain untuk keluarga kerajaan, Gampong Siem sebagai tempat pembuatan songket, juga ada kerajinan pembuatan gerabah dan tembikar di Gampong Ateuk.

"Itu baru di ibukota kesultanan saja, belum lagi kita beralih ke daerah lain," kata Teuku.

Sementara itu Sekretaris Umum Yayasan Beudoh Gampong, T.M. Zulfikar, mengatakan seminra akan digelar di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) pada Senin, 24 Desember 2018. Seminar mengundang sekitar 200 peserta terdiri dari unsur Pemerintah Daerah, Legislatif, Akademisi/Perguruan Tinggi, Tokoh Masyarakat/Gampong, Aktivis LSM/NGO, Pemuda/Mahasiswa dan Elemen Masyarakat.

" Panitia berencana mengundang Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, selaku (keynotespeaker) pembicara kunci, sedangkan narasumber diantarannya Prof. Teuku Abdullah Sanny yang akan menyampaikan materi tentang “Zona Rawan Bencana dan Tata Ruang Kawasan”. Prof. Teuku Safir Iskandar Wijaya, MA (Guru Besar/Dosen UIN Ar-Raniry) yang akan menyampaikan materi tentang “Pageu Gampong, sebuah Kearifan Lokal,” ujar T.M Zulfikar.

Adapun Dr. Ir. Azwar Abubakar, MM (Mantan Menteri PAN & RB/Mantan Gubernur Aceh) kata dia akan menyampaikan materi Manajemen dan Ketahanan Sosial Masyarakat dalam Menghadapi Bencana. Sedang Hermansyah (Ahli Arkeologi) menyampaikan materi tentang “Manuskrip Gempa”, serta Andry W, Ph.D (Pakar Bambu/Dosen ITB), akan menyampaikan materi tentang Arsitektur Bambu.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...