Unduh Aplikasi

Yarmen Dinamika: Jangan Zalimi Kandidat

Yarmen Dinamika: Jangan Zalimi Kandidat
Diskusi tenteng independensi media yang digelar Forum Aksi Bersih Pilkada Aceh, di Banda Aceh, Senin (24/4). Foto: Khalis
BANDA ACEH - Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika, mengingatkan media massa untuk memperhatikan sejumlah ketentuan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2017.

Mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 Tahun 2015, terdapat sejumlah poin yang perlu diperhatikan oleh media massa.

“Ke depan, pemasangan publikasi kandidat itu dilakukan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP). Ini berbeda dengan pilkada lalu yang dipasang oleh kandidat itu sendiri,” kata Yarmen dalam diskusi tentang independensi media yang digelar Forum Aksi Bersih Pilkada Aceh, di Banda Aceh, Senin (24/4).

Kandidat yang memasang publikasinya akan dikenai sanksi. Publikasi ini akan dilakukan oleh penyelenggara pemilu, baik di dalam ruangan ataupun di luar ruangan, secara serentak.

Jika sebuah media mempublikasikan iklan dari salah satu kandidat melewati batas atau masuk dalam masa tenang, maka kandidat tersebut akan digugurkan dalam pesta demokrasi.

"Jangan sekali-kali wartawan menzalimi kandidat dengan memasang iklan melewati batas waktu,” kata Yarmen.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh Adi Warsidi mengatakan sulit mengukur independensi media saat ini. Hampir sebagian besar media di Indonesia, kata dia, dimiliki oleh orang-orang dalam partai politik. “Hanya satu-dua pemilik media yang tidak bermain dalam parpol.”

Dulu, kata Adi, ada banyak media yang hidup dan mati karena proses demokrasi. Ada banyak media yang tumbuh menjelang pilkada, ada banyak yang mati setelah pilkada. Karena itu, Adi berharap berita tentang pilkada tidak melulu menonjolkan jumlah dan melupakan sisi kualitas.

Komentar

Loading...