Unduh Aplikasi

YARA Sabang: Perekrutan Staf BPKS Tak Terbuka

YARA Sabang: Perekrutan Staf BPKS Tak Terbuka
Foto: Net

BANDA ACEH - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh perwakilan Kota Sabang Teuku Indra menduga adanya sistem korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam perekrutan pegawai di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). 

“Kami menduga terjadi praktek KKN dalam perekrutan Direktur Promosi dan staf perwakilan BPKS di Jakarta. Dan kami sangat menyanyangkan kejadian itu terjadi,” kata Teuku Indra kepada AJNN, Jumat (22/6).

Hasil investigasi di lapangan, kata Indra, ditemukan banyak kejanggalan-kejanggalan dalam hal penerimaan staf BPKS. Misalnya tidak adanya pengumuman secara terbuka dan transparan, sehingga menjadi perbincangan di tengah masyarakat Kota Sabang

“Bahkan kami menduga ada hubungan kerabat antara direktur promosi yang baru dengan Kepala BPKS Sayid Fadhil,” ungkapnya.

Ia sangat kecewa dan mengutuk keras praktek-praktek KKN yang terjadi di tubuh BPKS.

"Kalau Kepala BPKS tidak mampu mengelola management ini dengan profesional dan secara transparan, maka kami minta segera untuk mengundurkan diri,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada Kepala BPKS Sayid Fadhil agar jangan berbicara yang tidak sesuai dengan perbuatan

“Ketua DKS dan Anggota DKS serta SPI (pengawasan internal) BPKS untuk segera memeriksa staf tersebut yang diduga dilakukan dengan cara tidak terbuka dan diduga berbau KKN,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPKS Sayid Fadhil yang dikonfirmasi AJNN mengatakan pihaknya baru saja merekrut beberapa orang untuk keperluan mendesak terhadap fungsi kesekretariatan.

“Dari empat staf yang kami rekrut beberapa hari lalu, dua diantaranya warga Sabang yag memiliki kemampuan mumpuni,” kata Sayid Fadhil.

Dalam waktu dekat, kata Sayid, pihaknya akan melakukan rekrutmen pegawai secara terbuka.

“Saya sangat senang merekrut staf secara terbuka, agar nanti warga sabang bisa ikut serta,” ungkapnya.

Komentar

Loading...