Unduh Aplikasi

PEMBATALAN PEMENANG LOMBA TARI FL2SN

Yara Nilai Pelaporan Terhadap Guru SDN 2 Meulaboh Hanya untuk Pengalihan Isu

Yara Nilai Pelaporan Terhadap Guru SDN 2 Meulaboh Hanya untuk Pengalihan Isu
Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat, Hamdani. Foto: Ist

ACEH BARAT - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat, Hamdani, menyayangkan adanya laporan terhadap dua guru SD Negeri 2 Meulaboh, Melda Sari dan Evi Susanti, atas dugaan pencemaran nama baik oleh pelatih tari SD 24 Meulaboh.

Menurut Hamdani, laporan terhadap kedua guru itu terkesan pengalihan isu yang diciptakan agar persoalan pembatalan lomba tersebut tidak dimunculkan lagi. Kasus tersebut harusnya tidak berimbas terhadap tindak pidana jika saja dinas pendidikan bersikap profesional dalam pagelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN).

"Kami sangat menyayangkan dgn adanya laporan tersebut, karena dari awal kami liat ini permasalahan lomba yg diikuti anak-anak, seharusnya tidak berimbas terhadap hukum pidana," kata Hamdani kepada AJNN, Kamis (15/8).

Ia menjelaskan peristiwa tersebut semakin memberi dampak negatif bagi dinas pendidikan setempat. Pasalnya setelah anak menjadi korban atas keputusan yang merubah keputusan dewan juri, yang sebenarnya bersifat mengikat, juga telah mengorbankan guru atas tindakan kriminalisasi oleh pelatih tari SD 24 itu.

Baca: Protes Pemenang Lomba Tari FL2SN Berbuntut Panjang, Dua Guru Dilaporkan ke Polisi

Meski terlepas dari apapun persoalan yang dilaporkan, kata Hamdani, namun hari ini persoalan pokok yang menjadi perhatian setiap orang adalah dampak dari pembatalan pemenang lomba tersebut.

"Kami berharap persoalan ini dapat di mediasi semoga ada titik terang. Jangan sampai guru jadi korban dalam hal ini. Karena guru adalah pahlawan tanpa jasa," ujarnya.

Selain itu, Hamdani mendesak dinas pendidikan untuk melakukan pemulihan terhadap mental anak-anak yang telah dirugikan atas keputusan dinas yang dinilainya tidak sesuai dan melanggar kebijakan.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, ia mendesak pemerintah kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) segera bersikap atas kasus pelaporan terhadap dua orang guru SD Negeri 2 Meulaboh itu.

"Semoga ada sebuah kebijakan dari pemangku jabatan dan tampuk pimpinan di Aceh Barat untuk mengakhiri polemik ini. Demi anak-anak, mari kita sama-sama merangakul bahu membahu mencari solutif atas peristiwa ini sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, dan mari kita kembalikan senyum, ceria dan semangat anak-anak SD yang ikut lomba," ungkapnya

Komentar

Loading...