Unduh Aplikasi

Yara Nilai Dua Tahun Kepemimpinan Ramli MS-Banta: Yang Sudah Baik Malah Buruk

Yara Nilai Dua Tahun Kepemimpinan Ramli MS-Banta: Yang Sudah Baik Malah Buruk
Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Ramli MS-Banta Puteh Syam saat dilantik oleh Irwandi Yusuf. Foto: Ist

ACEH BARAT - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), menyoroti kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Ramli MS-Banta Puteh Syam atau dikenal dengan jargon RATA.

Tepat dua tahun memimpin sejak dilantik 10 Oktober 2017 lalu dan memasuki 10 oktober 2019 ini, Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani menilai kepemimpinan RATA masih banyak yang harus dibenahi, contohnya pelayanan kesehatan, bukannya memperbaiki yang telah baik, namun malah menurun dari sisi kinerjanya.

Dikatakannya, dua tahun pemerintahan RATA, ada beberapa persoalan pokok yang sangat urgen atau darurat untuk segera diperbaiki, diantaranya pelayanan kesehatan, pendidikan dan pertanahan.

Menurut Hamdani, ada beberapa persoalan pelayanan publik yang bukannya semakin baik, namun malah semakin buruk diantara turunnya kelas atau tipe rumah sakit tersebut dari B ke C.

Dikatakannya, turunnya tipe rumah sakit menunjukkan ketidakmampuan Bupati Ramli MS dalam membawa perubahan ditingkat pelayanan kesehatan rumah sakit.

"Ini berdampak pada pelayanan. Karena akibat turunnya tipe, yang pertama pendapatan rumah sakit menurun dari klaim BPJS, akibatnya sudah pasti jasa medis akan terjadi penyesuaian," kata Hamdani.

Tidak hanya itu, kata dia, akibat dari turunnnya tipe juga 30 persen Tenaga Harian Lepas (THL) kemungkinan akan dikurangi. Saat ini jumlah THL di rumah sakit itu sekitar 1000 lebih dengan pengurangan tiga puluh persen, maka ratusan terancam dirumahkan.

Jika keputusan ini dilaksakan manajemen rumah sakit, maka secara tidak langsung pemerintahan RATA bukannya berhasil mengurangi pengangguran, namun malah menambah angka pengangguran.

Disisi lain, ia juga berharap RATA serius untuk membenahi Dinas Pendidikan di Aceh Barat, karena selama setahun terakhir, di dinas tersebut sudah menjadi sorotan masyarakat, mulai dari kasus OTT sampai persoalan lomba Festival Dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) yang sempat menghebohkan bumi Teuku Umar, bahkan dampaknya ada guru yang sampai diadukan ke polisi.

"Semoga kedepannya bupati Ramli MS memprioritaskan penuntasan polemik yang telah terjadi tersebut," ujarnya.

Persoalan tanah yang saat ini sangat mendesak dan harus menjadi fokus dalam penyelesaian adalah sengketa lahan, antara masyarakat dan kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh.

"Kami juga meminta kepada pemkab Aceh Barat untuk menuntaskan berbagai persoalan lahan, karena sejauh ini masih ada warga yang belum menerima ganti rugi, saya melihat persoalan ini harus segera di atasi sebelum terjadinya konflik antara warga dengan pemkab, terutama lahan di Alue Peunyareng yang sekarang sudah di bangun Kampus di sekitarnya," ungkapnya.

Komentar

Loading...