Unduh Aplikasi

YARA Khawatir Pinjam Pakai Beko Sitaan Tambang Emas Ilegal untuk Kejahatan Yang Sama

YARA Khawatir Pinjam Pakai Beko Sitaan Tambang Emas Ilegal untuk Kejahatan Yang Sama
Tim Polda Aceh menggerebek tambang liar di Aceh Barat. Dalam operasi itu, sejumlah alat berat ikut diamankan. Foto: Ist

ACEH BARAT - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kabupaten Aceh Barat kwatir status pinjam pakai tujuh unit beko yang menjadi barang bukti kasus tambang emas illegal di kawasan sungai Tutut, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat oleh Kejaksaan Negeri setempat digunakan kembali untuk kejahatan yang sama.

Ketua YARA Kabupaten Aceh Barat, Hamdani, menilai ada kejanggalan dalam penanganan kasus yang telah P21 itu, dan saat ini ditangani oleh Kejari Aceh Barat. Pasalnya, selain pinjam pakai kepada pemiliknya, lima tersangka yang diduga pelaku tambang emas illegal tersebut juga ikut menghirup udara segar lewat penangguhan penahanan.

YARA juga mempertanyakan siapa sebenarnya pemilik tujuh unit beko itu, apakah mereka ada diantara lima tersangka itu atau memang ada pemilik lainnya.

Baca: Tujuh Beko Illegal Mining Dipinjam Pakaikan ke Pemilik, Penahanan Tersangka Juga Ditangguhkan 

Hamdani enggan menduga-duga dan berasumsi buruk terhadap lembaga hukum tersebut, sehingga ia meminta pihak kejaksaan menjelaskan secara rinci siapa pemilik yang diberikan pinjam pakai tersebut.

Sebab, kata dia, jika pemilik beko tersebut merupakan lima tersangka yakni AH, H, Na, Kh, dan MA yang saat ini mendapat penangguhan penahanan, bukan tidak mungkin alat berat itu digunakan untuk kegiatan yang sama.

“Kami akan mengawasi proses hukum terhadap kasus ini sampai adanya putusan pengadilan. Karena selama ini sering dilakukan penindakan terhadap ilegal mining namun penangkapan tersebut tidak menghentikan aktifitas tambang ilegal. Jika memang penegakan hukumnya tegas, saya yakin pasti tidak ada lagi aktivitas penambangan emas illegal,” ungkapnya.

Komentar

Loading...