Unduh Aplikasi

YARA: Kematian Tahanan Polres Aceh Timur Janggal

YARA: Kematian Tahanan Polres Aceh Timur Janggal
Direktur YARA Safaruddin menunjukkan foto jasad Murtala Muddin dan sejumlah kejanggalan di tubuhnya. Foto: Tommy

BANDA ACEH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menemukan sejumlah kejanggalan dari jasad Murtala Muddin. Murtala adalah tersangka kasus narkoba yang sedang menjalani proses hukum di Kepolisian Resor Aceh Timur. 25 Oktober lalu, jenazahnya ditemukan di Krueng Arakundo, Gampong Tanjung Tok Blang, Julok, Aceh Timur.

"Dari bukti yang kami dapati, korban diduga terlebih dahulu dianiaya sebelum dibuang ke sungai Arakundo," kata Direktur YARA, Safaruddin, Selasa (15/11).

Baca: Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengambang di Arakundo

Safaruddin juga mengungkapkan bahwa sehari sebelum jenazah Murtala ditemukan, yang bersangkutan sudah terlebih dahulu meninggal dunia di Rumah Sakit Zubir Mahmud Aceh Timur.

"Ada yang melihat korban sudah dalam kondisi meninggal akibat penganiayaan sebelum jenazahnya ditemukan di Arakundo," kata Safaruddin.

Selain itu, tambah Safar, dari foto yang didapatkannya ditemukan lembam di bagian muka dan di bagian matanya saat jasad korban diangkat dari sungai tersebut.

"Ini artinya ada bukti kekerasan yang dilakukan terhadap korban oleh oknum kepolisian di Aceh Timur," jelasnya.

Kasus kekerasan terhadap tersangka narkoba, kata dia, bukan kali ini terjadi. Hal sama juga pernah dialami seorang tahanan narkoba di Nagan Raya.

"Dan sudah menjadi rahasia umum para pelaku narkoba kerap mendapat penganiayaan oleh oknum petugas di kepolisian," ujarnya. Terkait dengan kejanggalan tersebut, pihaknya meminta agar jenazah Murtala diotopsi ulang untuk memastikan penyebab kematian.

Pihak keluarga juga telah melaporkan Polres Aceh Timur ke Polda Aceh atas dugaan penganiayaan terhadap tahanan Polres tersebut. “Kami akan mengawalnya,” kata Safar.

Komentar

Loading...