Unduh Aplikasi

YARA Desak DPRA Akui Kemerdekaan Catalunya

YARA Desak DPRA Akui Kemerdekaan Catalunya
Ketua Yara Safaruddin. Foto: Ist

BANDA ACEH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh mendesak DPRA membuat pengakuan terhadap deklarasi kemerdekaan Catalunya yang dilakukan melalui Referendum. Ini untuk menunjukkan keseriusan DPRA yang ingin melaksanakan Referendum sebagaimana di sampaikan Azhari Anggota DPRA dalam pertemuan DPRA dengan Tim Otsus Aceh-Papua beberapa waktu lalu di gedung DPRA.

Ketua Yara Safaruddin mengatakan pengakuan itu penting disampaikan DPRA untuk menunjukkan keseriusan DPRA untuk melaksanakan Referendun, langkah awal adalah dengan mengakui Referendum Catalunya agar nanti jika DPRA melaksanakan Referendum juga akan mendapat dukungan dan pengakuan dari pihak lain.

"Referendum kemerdekaan Catalunya mendapat banyak penolakan saat ini termasuk dari Pemerintah Indonesia, jika DPRA mengambil langkah mendukung ini sebuah terobosan politik bagi DPRA," kata Safaruddin dalam rilis yang diterima AJNN, Minggu (29/10).

Bila perlu, kata Safar, pengakuan terhadap Referendum disampaikan bersama dengan Gubernur Aceh agar Pemerintahan Aceh punya pandangan politik tersendiri sebagai provinsi dengan otonomi khusus.

Seperti yang dikutip detik.com, parlemen Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol. Hal ini bentuk pembangkangan terhadap Pemerintah Madrid yang bersiap untuk menerapkan peraturan langsung atas wilayah tersebut.

Dilansir dari Reuters, Jumat (27/10/2017) deklarasi kemerdekaan itu dilakukan hari ini waktu setempat. Gesekkan antara Parlemen Catalonia dan Pemerintah Madrid ini menimbulkan krisis politik terburuk Spanyol dalam 4 dekade.

Deklarasi tersebut berlaku simbolis karena tidak akan diterima oleh Spanyol atau masyarakat internasional. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy meminta semua pihak berkepala dingin dan dia mengatakan aturan hukum atas Catalonia akan diperbaiki.

Keputusan memisahkan diri dari Spanyol itu disahkan di Parlemen Catalonia di Barcelona. Parlemen mengatakan bahwa Catalonia merupakan negara demokratis yang independen dan berdaulat.

Parlemen Catalonia menyatakan siap membuka pembicaraan dengan Madrid untuk berkolaborasi dalam mendirikan republik Catalonia.

"Tidak akan mudah, itu tidak akan bebas, itu tidak akan berubah dalam sehari. Tapi tidak ada alternatif untuk proses menuju Republik Catalonia," kata Anggota Dewan Marta Rovira dari Junts pel Si, Partai Pro-kemerdekaan, dalam sebuah debat yang mengarah pada pemungutan suara.

Setelah debat, anggota parlemen dari tiga partai nasional utama, Partai Rakyat, Sosialis, dan Ciudadanos keluar dari forum. Anggota Partai Pro-kemerdekaan dan Podemos kemudian memilih 70-10 dalam sebuah pemungutan suara rahasia. Mereka bertujuan menghalangi usaha pemerintah pusat untuk menjatuhkan tuntutan pidana kepada mereka.

Sementara itu di Madrid, Majelis Tinggi Parlemen Spanyol setuju agar pemerintah pusat mengambil alih daerah otonom Catalunya.

"Langkah-langkah luar biasa seharusnya hanya diadopsi jika tidak ada upaya lain yang mungkin dilakukan. Menurut saya tidak ada alternatif. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan dan yang harus dilakukan adalah menerima dan mematuhi hukum," ujar Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan dalam sebuah pidato yang dihadiri para senat.

"Kami menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah terakhir kami," sambung Rajoy.

Setelah pemilihan Senat, Rajoy akan mengambil sikap awal untuk mengatur Catalonia secara langsung. Ini bisa termasuk pemecatan Pemerintah Barcelona dan pengambil-alihan langsung pasukan Polisi Catalonia.

Beberapa pendukung kemerdekaan telah berjanji untuk melakukan kampanye pembangkangan sipil, yang dapat menyebabkan konfrontasi langsung dengan aparat keamanan.

Di Barcelona, kerumunan pendukung kemerdekaan memadati jalan-jalan di pusat kota. Mereka meneriakkan 'Liberty' dalam bahasa Catalonia dan menyanyikan lagu-lagu tradisional Catalonia.

"Saya khawatir, saya gugup seperti semua orang. Tapi kebebasan tidak pernah gratis, " kata musisi Jaume Moline (50).

"Saya emosional karena Catalonia telah berjuang selama 40 tahun untuk mandiri dan akhirnya saya dapat melihatnya," kata Sejarawan Catalonia, Montserrat Rectoret.

Catalonia adalah salah satu wilayah Spanyol yang paling makmur dan sudah memiliki tingkat otonomi yang tinggi.

Komentar

Loading...