Unduh Aplikasi

Yang Menanam, Yang Menuai

Yang Menanam, Yang Menuai
Ilustrasi: gardeningknowhow.

HANYA dalam sehari, lonjakan kasus penderita covid-19 menembus angka 100. Ini adalah kurva lonjakan tertinggi yang pernah terjadi di Aceh. Dalam sekejap, Aceh yang digadang-gadang sebagai daerah minim penularan corona, sirna.

Tidak hanya melonjak, hal terburuk dari penyebaran corona ini adalah ketiadaan petugas medis di rumah sakit, terutama di rumah sakit rujukan. Bahkan sejumlah kalangan meminta agar Pemerintah Aceh merekrut dokter dan perawat untuk menjadi cadangan jika suatu saat, tak ada lagi tenaga medis yang tersisa.

Status sebagai daerah minim penularan corona membuat kita lalai. Di banyak tempat, terutama di warung kopi, hampir tak ada usaha menjaga jarak. Pengunjung dengan mudah duduk berjam-jam di warung tanpa merasa perlu mengenakan masker, konon lagi rutin mencuci tangan.

Ada pasien orang yang coba-coba menutupi riwayat perjalanan dari luar daerah serta menyembunyikan hasil pemeriksaan yang sebenarnya menunjukkan hasil reaktif covid-19. Hal ini jelas membahayakan para petugas medis yang bertugas di rumah sakit.

Kita masih jauh dari kata bebas dari corona. Pandemi ini belum akan berakhir. Bahkan, diperkirakan, Indonesia, termasuk Aceh, akan mengalami lonjakan penderita corona dalam suasana normal baru.

Di saat yang sama, kita masih juga dipertontonkan dengan sikap sejumlah orang yang menganggap virus ini tak ada. Mereka berupaya mempertahankan argumen bahwa corona hanyalah konspirasi kelompok tertentu.

Lonjakan ini adalah alarm agar pemerintah daerah tidak bermain-main dalam menangani penyebaran corona. Tak perlu memberlakukan jam malam. Pemerintah daerah mungkin bisa mengatur agar warung kopi tidak beroperasi di atas pukul 10 malam. Dan terus mengingatkan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan.

Komentar

Loading...