Unduh Aplikasi

Yang Karut dan Korup

Yang Karut dan Korup
ilustrasi: pouchoo

PERJALANAN Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin ke sejumlah sekolah di kawasan timur Aceh hendaknya tidak sekadar jalan-jalan. Karena masalah pendidikan di Aceh saat ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan kunjungan tanpa melihat sejumlah permasalahan yang mendasar.

Bukan rahasia jika selama ini, saat berbicara tentang pendidikan, publik langsung berasumsi pada uang yang besar. Tidak hanya untuk membangun fasilitas, namun juga untuk membayar jerih para guru dan penyelenggara sekolah, baik di dinas maupun di sekolah.

Di ibu kota kabupaten atau kota, permasalahan pendidikan sepertinya tidak hanya sekadar kurangnya guru di daerah-daerah pedalaman dan sulit di akses. Di Aceh Besar, yang terletak tak jauh dari Ibu Kota Aceh, permasalahan pemerataan guru juga tak seperti tak pernah selesai.

Guru-guru di daerah terpencil, terutama di pulau kecil, sering kali tak masuk ke sekolah. Termasuk juga para penyelenggara pendidikan sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga kepala tata usaha. Kegiatan belajar mengajar ditentukan hanya berdasarkan kepentingan guru, bukan kepentingan anak didik.

Ada juga guru yang menjadikan daerah-daerah terpencil sebagai batu lompatan untuk masuk sebagai pegawai negeri. Jika masanya telah tiba, mereka pun mengajukan izin untuk pindah ke kota dengan berbagai alasan. Akibatnya, anak-anak di daerah tetap saja kekurangan guru yang berkualitas.

Guru berkualitas adalah salah satu kunci dalam keberhasilan mendidik anak-anak Aceh. Kualitas tidak hanya dari sisi keilmuan, namun juga kedisiplinan. Tak ada salahnya jika pemerintah memberikan guru-guru honorer yang berkualitas insentif tambahan yang tidak dipotong oleh birokrasi di pendidikan yang sering kali berlaku korup.

Dinas pendidikan, di Aceh dan daerah, harus juga mengubah budaya kerja pegawai yang selama ini lebih condong kepada keuntungan pribadi dan kelompok tertentu menjadi lebih berorientasi kepada kualitas anak didik dan peningkatan kesejahteraan guru. Itu adalah tugas Syaridin sebagai ujung tombak pelaksanaan program Aceh Carong. Agar pendidikan Aceh tak lagi karut dan korup.

Komentar

Loading...