Unduh Aplikasi

Workshop Berbayar Dilaksanakan di Ruang Rapat BPMA, Kok Bisa?

Workshop Berbayar Dilaksanakan di Ruang Rapat BPMA, Kok Bisa?
Foto: Ist

BANDA ACEH - Ikatan Alumni Teknik Geofisika (IKATG) Unsyiah berkerjasama dengan Ikatan Alumni Teknik Geologi (IAGL) Institut Teknologi Bandung, akan melaksanakan Workshop Geoscience pada Senin (23/12) besok. Kabarnya acara tersebut akan berlangsung di Ruang Rapat Badan Pengelolah Migas Aceh (BPMA).

Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal BPMA, Radhi Darmansyah, tidak menampik bahwa ruang rapat yang seyogyanya digunakan hanya untuk keperluan internal tersebut, esok pagi akan digunakan sebagai tempat berlangsungnya workshop.

“Terkait penggunaan ruang rapat, BPMA hanya mendukung kegiatan lewat fasilitas peminjaman ruangan dan BPMA bukan panitia kegiatan. Untuk detailnya, silahkan dicek ke panitia saja,“ katanya kepada AJNN, Minggu (22/12).

Senada dengan Radhi, Ketua Panitia kegiatan, Noor Arif juga membenarkan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Ruang Arun, yang merupakan ruangan rapat di badan yang mengurusi pengelolaan Migas di Aceh itu.

Kata Noor, pihaknya sebelum melaksanakan kegiatan itu, terlebih dahulu menyurati BPMA terkait permohonan menggunakan salah satu ruangan di instansi tersebut. Dan hasilnya, pihak BPMA mengabulkan tapi dengan catatan biaya yang ditimbulkan tidak ditanggung BPMA.

Lanjutnya lagi, terkait alasan mengapa pelaksanaan kegiatan dilakukan di ruangan rapat, ia mengatakan karena hanya ruangan itu yang tersedia dan kosong.

“Alhamdulillah kemarin kami hanya diminta dibuatkan surat permohonan dan dikabulkan,“ ujarnya.

Sementara itu, sebut Noor Arif, workshop tersebut durasinya satu hari penuh dan lebih kepada sharing pengetahuan dari profesional yang sudah menggeluti bidang migas. Kemudian, terkait narasumber yang dihadirkan juga tidak meminta bayaran alias free.

Peserta workshopp itu juga dibatasi hanya untuk 25 orang. Untuk keperluan jalannya kegiatan, kepada peserta pihak panitia mengutip biaya dengan besaran bervariasi, yakni Rp 50 ribu untuk mahasiswa dan Rp 70 ribu untuk masyarakat umum.

“Uang itu digunakan untuk keperluan seminar, seperti sertifikat, tas, makan, dan coffee break dua kali,“ pungkas Noor Arif.

Komentar

Loading...