Unduh Aplikasi

WN minta kaji ulang sejarah Aceh

ACEH BARAT DAYA – Aceh tercatat memiliki produksi lada dan rempah-rempah terbesar pada saat jaman kerajaan. penjajahan tidak berani memasuki wilayah Aceh karena Aceh mempunyai kekuatan yang luar biasa juga termasuk kekayaan dan kecerdasan. Oleh karena itu, Masyarakat Aceh di ajak untuk mengkaji ulang dan membaca kembali buku-buku tentang Sejarah Aceh pada masa penjajahan belanda.

Hal tersebut dikatakan Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud Al Haytar di Pendopo Bupati Aceh Barat Daya Selasa (18/2) kemarin pada acara temu ramah dengan ratusan Masyarakat Kabupaten setempat.

Selain itu, wali Nanggroe juga menceritakan tentang perjuangan bersama Alm. Hasan Tiro pada ia merantau ke Eropa dan Afrika demi mengembalikan Marwah Aceh. Perjuangan yang digagas Wali Nanggroe saat itu bersama Hasan Tiro sejak umur 30 Tahun. Cerita tentang sejarah pada usia muda tersebut sangat panjang dan sangat berat permasalahan yang dihadapi bersama termasuk dengan Zaini Abdullah, katanya.

“saat ini kita menuntut kembali hak kita yaitu Keadilan dan apa yang sudah diambil, sekarang kita minta kembali hak itu. Dengan tujuan untuk mendidik anak yatim piyatu, inong balee, termasuk orang-orang cidera yang sampai hari ini,”tegasnya.

Dikatakan Wali Nanggroe, terjadinya Konflik antara Aceh dengan Indonesia selama 30 tahun silam disebabkan karena hilangnya keadilan, Katanya.

Dia juga menyebutkan, banyak perempuan Aceh yang menjadi Janda, Cidera, tatim piyatu yang tidak mengecap pendidikan yang layak, itu sebabnya Aceh selama ini terjerat dalam sistem dan keadaan. “Itulah alasan kami berjuang. Begitu juga orang Aceh lainnya yang sudah ikut berjuang dalam mengembalikan marwah Aceh.” paparnya

Menurut Malik mahmud, Selama ini orang Aceh hanya bisa menagis, sementara orang luar Aceh dengan mudah mengotak atik Bangsa Aceh. “Di sumatera kita berkuasa semasa Sultan dan indatu,”paparnya.

Kunjungan Wali Nanggroe Malik Mahmud ke Kabupaten Aceh Barat Daya merupakan kunjumgan perdana sejak dikukuhkan beberapa waktu lalu. Pada kunjungan itu, Wali Nanggroe disambut Bupati Aceh Barat Daya Jufri Hasanuddin, Wakil Bupati, unsur muspida, para ulama, Kepala SKPK, dan seratusan Eks Kombatan Gam serta selembar Bendera Bulan Bintang.

|RAHMAT
HUT Pijay

Komentar

Loading...