Unduh Aplikasi

Wisata Manggrove Kini Hadir di Aceh Jaya

Wisata Manggrove Kini Hadir di Aceh Jaya
Ketua Ekowisata Manggrove, Abdul Hadi sedang memaparkan potensi pengembangan wisata manggrove sama Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB. Foto: AJNN/Suar.

ACEH JAYA – Bupati Aceh Jaya bersama wakil bupati dan para Forkopimda meresmikan pembangunan tracking wisata Manggrove Aceh Jaya yang berlokasi di Gampong Baroe Sayeung, Kecamatan Krueng Sabee kabupaten setempat.

Pembangunan Tracking bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan di bawah Direktorat Jenderal Pengelolan Ruang Laut tahun 2020 tersebut resmi dibuka untuk umum oleh Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB yang disaksikan oleh Ketua MPU Aceh Jaya, Tgk H. Mustafa Sarong, Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Yusri S bersama Dandim/0114 Aceh Jaya dan Kapolres Aceh Jaya, Rabu (13/1).

Ketua Ekowisata Manggrove, Abdul Hadi kepada AJNN mengatakan, pihaknya mulai mengembangkan ekowisata manggrove di gampong Baroe Sayeung, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya sejak tahun 2017 dan hingga hari ini masih terus dikembangkan baik Rumah Bibit Mangrove maupun Tracking yang baru saja diresmikan oleh Bupati Aceh Jaya.

Katanya, untuk pembangunan Tracking sepanjang 130 meter itu sendiri merupakan bantuan dari KKP sebesar Rp 1,1 miliar tahun anggaran 2020 dengan item pengerjaan berupa 2 unit pondok dan satu menara di lokasi ekowisata Manggrove gampong Baroe Sayeung.

“Tahun 2020 kita dapat bantuan dari KKP sebesar Rp. 1,1 miliar untuk pembangunan Tracking, tahun 2021 kita juga sudah usulkan kembali lanjutan pembangunan Tracking sepanjang 500 meter, semoga dapat terealisasi di tahun ini,” ucap Hadi.

Selain itu, Sambung Hadi, hari ini dan Kamis masih digratiskan untuk para pengunjung yang ingin menikmati suasana Tracking Manggrove dan mulai hari Sabtu (16/1) baru akan dikenakan biaya masuk Rp5 ribu per orang.

Sementara itu, Bupati Aceh Jaya menyambut baik hadirnya wisata manggrove di Gampong Baroe Sayeung. Dengan demikian, Aceh Jaya merupakan kabupaten kedua setelah Aceh Singkil yang memiliki wisata manggrove di pantai barat selatan Aceh.

“Potensinya sangat mendukung, apalagi wisata manggrove Aceh Jaya ini berada di bibir jalan nasional lintas pantai barat selatan Aceh,” tutur Irfan.

Namun demikian, pihaknya tetap mengedepankan kearifan lokal dalam hal menerapkan syariat Islam yang dikemas dalam wisata syariah baik di wisata manggrove maupun wisata-wisata lainnya di Aceh Jaya.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...