Unduh Aplikasi

Wheel Loader Mogok Tiga Hari Banjir Rob Tak Tertangani

Wheel Loader Mogok Tiga Hari Banjir Rob Tak Tertangani
Wheel Loader yang rusak

ACEH BARAT - Siang sekira pukul 13.45 WIB pada Sabtu, (20/7) langit terlihat mendung meski warnanya tidak begitu pekat. Gerimis juga mulai membasahi kawasan Desa Suak Indrapuri. Ombak menghempas bibir pantai. Jejeran cincin sumur dan karung pasir yang selama ini sebagai tanggul penahan ombak tampak terlihat tertimbun pasir. bahkan cincin sumur itu tertimbun dalam posisi rebah.

Sementara hampir tiga ratus meter jalan Diponegoro yang menghubungkan Desa Suak Indrapuri dan Pasir Ujong Kalak tertimbun pasir setebal enam puluh centimeter. Pasir yang menutupi jalan tersebut dibawa oleh gelombang laut pasang purnama.

Tak terlihat lalulang kendaraan yang melintas jalan tersebut, selain hanya anak-anak desa setempat yang bermain sambil berlarian di badan jalan yang tertimbun pasir itu. Ada beberapa pengendara mobil dan sepeda motor dari arah Suak Indrapuri menuju desa pasir terpaksa berbalik arah, lantaran kwatir jika dipaksakan ban kendaraan mereka tersangkut dipasir.

Di bahu badan jalan sebelah kanan dari arah Desa Suak Indrapuri terlihat gundukan pasir setinggi satu setengah meter, panjang gundukan pasir itu sekitar tiga puluh meter, gundukan itu sengaja dibuat sebagai tanggul sementara mencegah air laut masuk ke pemukiman warga sekitar desa itu, yang saat ini sedang dilanda banjir rob.

Satu unit alat berat jenis Wheel Loader terpajang di Jalan Diponegoro, Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Bodi bagian belakangnya tertutup terpal warna biru.

Bagian bucket yang berfungsi untuk mengangkut dan mengeruk material hampir setengahnya tertimbun pasir laut, begitu juga dengan ban karetnya tampak tenggelam tertimbun pasir.Tak tampak adanya aktivitas pada alat berat yang bernilai miliaran rupiah itu, selain hanya terpampang kaku dibadan jalan tersebut.

“Alat berat itu sudah tiga hari terpampang disitu tidak berfungsi, katanya sih mogok. Tapi saya tidak tahu rusaknya apa kenapa,” kata seorang lelaki berusia sekitar 55 tahun, bernama Hardi, warga Desa Suak Indrapuri.

Menurut cerita Hardi, Wheel Loader yang diturunkan pada Kamis, 18 Juli lalu tersebut belum membantu warga dalam mengatasi dampak banjir rob tersebut. Bahkan ia mengaku kecewa dengan Pemerintah setempat karena menurunkan alat berat yang tidak bisa berfungsi dengan baik.

“Belum membantu sedikitpun semenjak datang sampai sekarang sudah selama tiga hari,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, yang membuat Hardi makin kecewa saat membaca berita disalah satu media yang menyebutkan jika Wheel Loader tersebut disiagakan disitu, padahal alat itu dalam keadaan rusak bukan disiagakan.

Menurutnya, jika alat tersebut disiagakan maka setelah menyelesaikan pekerjaan, barulah alat tersebut terpampang dilokasi itu dengan petugas yang terus memantau kondisi sekitar bibir pantai.

Akibat tidak berfungsinya alat berat itu, kata dia, pemukiman warga makin terancam dari gelombang laut pasang, mengingat abrasi pantai yang semakin parah. Bahkan aa tanaman warga yang ditanami sekitar 50 meter dari bibir pantai yang rusak terkena air laut.

Sistem pekerjaan dalam mengatasi banjir rob tersebut, dinilai Hardi juga salah lantaran membuat tanggul penahan pasir dibahu jalan sementara abrasi pantai terus terjadi. Akibatnya, kata dia, hempasan gelombang laut semakin menuju daratan.

“Harusnya mereka membuat parit didekat bibir pantai, lalu baru dibuat tanggul pasir penahan sementara dibibir pantai itu, sehingga ombak tidak langsung masuk kepemukiman apalagi rumah saya sudah sangat dekat dengan bibir pantai,” ungkap hardi.

Hardi sangat berharap agar Pemerintah segera membangun break water permanen di sepanjang pantai tersebut sehingga banjir rob tidak lagi langganan tahunan bagi warga Suak Indrapuri dan Pasir Lhok Aron.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Mukhtaruddin, saat dihubungi melalui selularnya mengaku saat ini sudah menurunkan mekanik untuk memperbaiki alat berat tersebut.

Dirinya mengaku tidak mengetahui penyebab rusaknya alat berat tersebut, dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh mekanik.

“Ini lagi kita bawa mekanik, saya tidak tahu bilang apa. Ini lagi diperiksa untuk kita lihat rusaknya apa,” kata Mukhtaruddin.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...