Unduh Aplikasi

WH Gerebek Warnet Judi Online di Aceh Tamiang, Tujuh Orang Diamankan

WH Gerebek Warnet Judi Online di Aceh Tamiang, Tujuh Orang Diamankan
Kabid Penegakan Syari'at Islam Satpol PP dan WH Aceh Tamiang Syahrir Pua Lapu memperlihatkan enam orang yang diamankan dari warnet di Manyak Payed. Foto: For AJNN.

ACEH TAMIANG - Petugas Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Tamiang menggerebek sebuah warnet yang menyediakan fasilitas judi game online, Sabtu malam (5/9) sekitar pukul 23.30 WIB.

Warnet yang digerebek beralamat di jalan Medan-Banda Aceh tepatnya di Dusun Keude Meuku, Kampung Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed.

Dari lapak warnet tersebut, petugas mengamankan enam orang pria yang sedang asyik main game online dan satu orang operator (penjaga) warnet.

Kasat Pol PP dan WH Aceh Tamiang, Asma'i melalui Kabid Penegakan Syari'at Islam Syahrir Pua Lapu kepada AJNN, Minggu (6/9) mengatakan, penggerebekan warnet penyedia fasilitas judi online tersebut dilakukan atas informasi masyarakat.

Berdasarkan laporan masyarakat, kata Syahrir, warnet tanpa nama tersebut sering didatangi oleh anak baru gede (ABG) untuk bermain judi online.

Atas informasi tersebut, sambungnya, petugas datang kelokasi dan menggerebek warnet dimaksud. Saat petugas tiba dilokasi, enam anak muda yang sedang asyik main online tidak bisa berkutik.

"Setelah kami amankan enam pemain dan satu operator warnet langsung kami bawa ke markas Satpol PP dan WH untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Syahrir.

Syahrir menambahkan, selain pemain dan operator warnet, dari penggerebekan tersebut petugas juga mengamankan sejumlah id (voucher main judi game online) tiga unit CPU, satu layar monitor dan alat kelengkapan komputer lainnya sebagai barang bukti.

Adapun enam pemain game online yang diamankan yakni, Fadlon (20) warga Desa Seuneubok Punti, Trio Rifan Muanda (17) warga Seuneubok Punti, Budi Rahayu (23) warga Paya Ketenggar, Fiki Dian (20) warga Seuneubok Punti, Mustafa (25) warga Paya Ketengar dan operator warnet Dedi Arianto Lubis (23) warga Desa Sukaramai 1 Seruway.

"Ketujuh orang tersebut diduga telah melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dan diancam hukuman cambuk maksimal 45 kali cambuk atau denda membayar 450 gram emas murni atau menjalani hukuman penjara makasimal 45 bulan," ungkap Syahrir.

Komentar

Loading...