Unduh Aplikasi

Waspada Mie Berformalin Campur Boraks Beredar di Aceh Besar

Waspada Mie Berformalin Campur Boraks Beredar di Aceh Besar
BBPOM perlihatkan barang bukti mie berformalin dan boraks yang diamankan di Cadek Aceh Besar. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Bagi pecinta kuliner mie Aceh harus berhati-hati. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menemukan 28 kg mie dan 15 kg adonan mie mengandung bahan berbahaya formalin dicampur boraks di wilayah Cadek, Aceh Besar.

Kepala BBPOM Zulkifli menyebutkan selain ditemukan mie dan adonan mie, pihaknya juga mengamankan 5 kg serbuk putih yang diduga boraks serta satu jerigen isi 5 liter cairan putih formalin.

"Mie mengandung bahan berbahaya produksi rumahan ini di amankan pagi tadi. Barang bukti mie, cairan formalin dan boraks telah diamankan BBPOM untuk dilakukan penyelidikan selanjutnya," kata Zulkifli, Jumat (14/2).

Mie mengandung formalin bercampur boraks yang diamankan di produksi setiap hari mencapai 100 kg. Usaha sebagai produsen mie telah dijalani selama dua tahun, mie tersebut dijual ke pedagang mie dan pasar diwilayah Cadek dan Kajhu. Namun, penyidik BBPOM sedang melakukan penyelidikan dimana mie berformalin dan boraks tersebut beredar.

"Mencampurkan boraks dan formalin dalam adonan mie dengan tujuan agar mie memiliki tekstur kenyal dan awet atau tahan lama," sebut Zulkifli.

Zulkifli menyebutkan mie mengandung formalin sangat bahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi, salah satunya bisa menyebabkan kanker dan ginjal serta gangguan lainnya.

"Formalin bahan kimia yang berbahaya, jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang akan berdampak buruk bagi kesehatan. Apalagi mie yang kita temukan selain formalin juga mengandung boraks tentu ini bisa berbahaya," sebutnya.

Saat ini, penyidik BBPOM sedang melakukan pengembangan terhadap temuan mie berformalin dicampur boraks tersebut. Jika cukup alat bukti akan diproses secara hukum.

"Apakah dilakukan proses hukum atau di lakukan pembinaan tentunya dari hasil pengembangan penyidik nantinya," ungkap Zulkifli.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...