Unduh Aplikasi

Wartawan Modus Aceh di Teror

Wartawan Modus Aceh di Teror
Mahyuddin Kubar, wartawan Modus Aceh yang diteror OTK.

ACEH TIMUR - Mahyuddin Kubar, wartawan media Modus Aceh yang bertugas di Kabupaten Aceh Timur mengaku diteror orang tak dikenal (OTK), Kamis (8/8). Akibatnya, Mahyuddin tidak berani pulang ke rumahnya.

Teror melalui telepon genggam diterima Mahyuddin Kubar pasca dia memberitakan seorang pelajar di Kabupaten Aceh Timur mengalami sakit perut saat belajar akibat tidak ada beras untuk makan, di media dia bekerja.

"Gara-gara teror tersebut, saya tidak berani pulang ke rumah, dalam satu hari ini sudah lima kali dihubungi oleh peneror itu," kata Mahyuddin Kubar kepada AJNN.

Menurut pengakuan Mahyuddin, penelepon yang tidak mau menyebutkan namanya itu mengancam akan menjemput dirinya dengan cara mengirimkan anak buahnya.

"Si penelepon itu meminta saya untuk menjumpai dirinya, jika saya tidak mau diancam akan dikirim anak buah untuk menjemput saya," kata Mahyuddin.

Gara-gara berita yang dia beritakan tentang pelajar tidak bisa makan karena tidak ada beras di rumah, kata Mahyuddin, sipenelepon mengaku telah ditegur oleh atasannya.

"Kau tidak perlu tau siapa saya, nanti juga akan tau sendiri siapa saya, saya salah seorang perangkat di kampung yang kau beritakan itu, kau taukan peraturan didesa orang, setidaknya kau menghubungi dusun atau kepala desa dulu jangan langsung membuat berita itu," ujar Mahyuddin meniru perkataan yang disampaikan oleh OTK itu.

Menurut Mahyuddin, si penelepon juga mengaku malu diketahui oleh publik bahwa ada masyarakat di kampungnya yang tidak mendapat bantuan sehingga lapar.

"Kami malu dan ada masyarakat yang tidak terima. Apakah kau mau bertanggung jawab bila nanti nama penerima bantuan itu kami coret, jadi lebih baik sekarang juga kau jumpai saya biar tau siapa saya dan sayapun sudah tidak sabar sekarang," ujar Mahyuddin mengulangi isi percakapan dirinya dengan OTK itu.

Pasca mendapat teror tersebut, selain tidak berani pulang ke rumah, Mahyuddin mengaku merasa gelisah meskipun yang dia beritakan itu fakta dan realita yang sumbernya diambil dari pengakuan guru sipelajar tersebut.

"Niat saya baik dalam memberitakan itu, karena saya merasa tersentuh walau tidak mampu berbuat banyak, apa yang saya beritakan spontan memang itu pengakuan sipelajar bernama Putri," sebut Mahyuddin.

Menurut Mahyuddin, OTK itu juga mengaku sedang mencari tau keberadaan dirinya dan alamat rumahnya.

"Padahal niat dan maksud saya baik, bila dalam isi berita yang saya buat telah menyinggung perasaan dan ada yang merasa dirugikan saya memohon maaf selebihnya saya serahkan sepenuhnya kepada Allah, intinya kebenaran itu harus disampaikan walaupun pahit," tutur Mahyuddin.

Komentar

Loading...