Unduh Aplikasi

Warga Sumut Jadi DPO di Nagan Raya, Ini Kasusnya

Warga Sumut Jadi DPO di Nagan Raya, Ini Kasusnya
Tiga tersangka pelaku perampokan di Nagan Raya. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

NAGAN RAYA - Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya memburu salah seorang warga Provinsi Sumatera Utara, berinisial SR alias AM.

SR diburu Satuan rerserse Kriminal, Polres Nagan Raya karena terlibat dalam aksi perampokan terhadap rumah Suryanto, warga Desa Suka Raja, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

SR, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Nagan Raya, setelah tiga rekannya yakni HA (43), warga Desa  Puraka satu, Kecamatan Sei Lepan dan DS (34) warga Desa Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Sementara satu orang lainnya bernama S (36), warga Desa Suka Raja berhasil dibekuk kepolisian setempat setelah melakukan perampokan di rumah Suryanto, pada Jumat, 25 September 2020 lalu.

Kepala Polres Nagan Raya, Ajun Komisaris Besar Polisi Risno mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan SR.

“Kami lakukan pengembangan, kami sudah monitor keberadaannya dimana tinggal, kami pastikan yang bersangkutan menetap di satu tempat, baru kami lakukan penangkapan, dan untuk sekarang masih jalan-jalan dia,” kata Kapolres Nagan Raya AKP Risno, saat menggelar konfeensi pers atas kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan itu, di aula Satreskrim, Mapolres setempat, Selasa, (10/11).

Kata Risno, tiga rekan dari komplotan yang diduga pelaku perampok di rumah Suryanto itu berhasil diamankan di lokasi terpisah. Dimana DS berhasil diamankan di Desa Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, lalu pada hari Kamis 29 Oktober 2020 sekira pukul 18.40 WIB.

Selanjutnya, S di Desa Serapoh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, dan HA diamankan Desa Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

Dikatakan Risno, berdasarkan keterangan dari tiga tersangka dihadapan penyidik, tersangka mengaku sebelum melakukan perampokan, tersangka memang dari Sumetera Utara, dan pada dinihari tiba di lokasi rumah korban.

“Tersangka mengaku memang berangkat dari Sumatera Utara menuju ke rumah korban. Sesampai di rumah korban, tersangka langsung masuk dengan cara manjat dari atap rumah menggunakan tangga yang berada di samping rumah,” ungkapnya.

Setelah itu, kata dia, korban yang saat itu sedang tidur di ruang tengah mendengar suara dan mencoba memeriksa asal suara, namun tidak ditemukan sumber suara.

Kemudian, korban kembali ke ruang tengah untuk berbaring. Akan tetapi dari belakang korban telah ditodongkan parang.

“Lalu korban dimasukkan ke dalam kamar bersama istrinya dan disekap dengan ikat tangannya, serta mulut dilakban. Setelah itu keempatnya beraksi dengan menggasak uang, perhiasan, satu unit sepeda motor merek honda beat, serta mobil Innova reborn milik korban,” ungkapnya.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...