Unduh Aplikasi

Warga Sudah Pernah Ingatkan Rekanan PLTU agar Tak Terima TKA Asal China

Warga Sudah Pernah Ingatkan Rekanan PLTU agar Tak Terima TKA Asal China
Warga Dusun Geulanggang Meurak menghadang WNA asal China. Foto: For AJNN

NAGAN RAYA - Warga Dusun Geulanggang Meurak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya mengakui menghadang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China, yang bekerja dalam proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4.

Kepala Dusun Geulanggang Merak, Mukhlis mengatakan penghadangan dilakukan karena pihaknya sudah pernah mengingatkan rekanan yang mengerjakan pekerjaan di PLTU 3 dan 4 itu agar tidak menerima TKA asal China.

Namun diam-diam, kata dia, pihak PLTU 3 dan 4 malah berusaha memasukkan tujuh WNA asal China tersebut ke PLTU itu, sehingga warga melakukan penghadangan saat TKA asal China itu hendak masuk kedalam kompleks pembangunan PLTU 3 dan 4.

“Kami sudah ingaitkan sebelumnya sama penerjemah bahasa MPG (Meulaboh Power Generation-red) dan juga sub rekanan mereka, Tianji untuk tidak coba-coba masukkan dulu TKA, tapi masih juga bandel. Karena kami mendapatkan informasi mereka jam 12 malam mau kemari dari Langkak, langsung kami jaga di daerah dekat pintu masuk,” kata Mukhlis kepada AJNN, Rabu (1/4).

Dikatakan Mukhlis, sekira pukul 00.00 WIB tersebut mobil yang mengangkut tujuh WNA itu hendak masuk ke PLTU 3 dan 4, kemudian warga yang sudah berada di lokasi langsung mengusir TKA tersebut.

"Sebelum diusir dari Desa Suak Puntong, TKA ini telah lebih dulu diusir di Desa Langkak," ungkapnya.

Baca: Ketua DPRK: Aparat Gampong Langkak Tidak Tahu Kedatangan WNA asal China

Disebutkannya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak Imigrasi yang berada di lokasi tadi, jika ketujuh WNA itu belum melapor ke petugas Imigrasi terkait keberadaan mereka di Nagan Raya.

“Kami terpaksa melakukan penghadangan, karena saat ini sedang antisipasi penyebaran virus corona, dan ini sesuai dengan instruksi gubernur juga. Jangankan WNA asal China, TKI kita saja tidak kami izinkan dulu masuk kemari,” sebutnya.

Mukhlis menjelaskan selama ini pihak PLTU 3 dan 4 tidak hanya diingatkan agar tidak lagi menerima pekerja asal China, namun juga telah mengingatkan agar TKA asal China yang ada di lokasi itu tidak keluar dari lokasi dan tetap berada di dalam area PLTU, guna mencegah penyebaran corona.

Ia mengungkapkan kalau sebenarnya warga Dusun Geulanggang Meurak, mulai kesal dengan ulah PT MPG yang tidak taat aturan. Pasalnya selama ini perusahaan itu tidak pernah melaporkan jumlah pekerja dan asal pekerja mereka ke pada aparatur Pemerintahan Desa Suak Puntong.

“Mereka harusnya melaporkan ke kami tentang jumlah keberadaam TKA disana, tapi mereka tidak pernah melaporkan. Harusnya itu dilakukan karena ini wilayah administrasi kami, bukan hanya melapor ke Imigrasi. Hingga saat ini kami tidak tahu berapa banyak TKA asal China itu,” ungkapya.

Komentar

Loading...