Unduh Aplikasi

Warga Suak Pante Breuh Demo Polres Minta Status Tersangka Rusdi Dicabut

Warga Suak Pante Breuh Demo Polres Minta Status Tersangka Rusdi Dicabut
Aksi unjuk rasa warga Suak Pantee Breuh. Foto: AJNN/Darmansyah

ACEH BARAT- Puluhan warga Desa Suak Pantee Breuh, Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat pada Senin, (28/9) melakukan aksi di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kabupaten Aceh Barat.

Warga menuntut pencabutan status tersangka terhadap Rusdi N (35), serta dihentikannya kasus pencamaran nama baik serta fitnah yang dilaporkan Kepala Desa Suak Pantee Breuh.

Rusdi saat itu dilaporkan oleh Kepala Desa Suak Pante Breuh atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah, setelah melakukan protes terhadap Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang diduga tidak transparan.

Teugku Anwar mengatakan pihaknya menuntut status tersangka terhadap Rusdi dicabut dengan alasan tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan oleh Kepala Desa setempat.

“Kami juga meminta agar jabatan Kapolsek yang sekarang dicopot. Harusnya masalh kecil seperti diselesaikan di desa bukan malah dijadikan tersangka,” kata Teungku Anwar salah seorang peserta aksi.

Menurut Anwar, dalam forum desa yang dihadiri Muspika sebelumnya Rusdi, menyampaikan pernyataannya yang tidak mengandung unsur pencemaran nama baik namun lebih kepada masukan, agar pemerintah desa dapat mengajukan angka lebih dari lima penerima.

Namun anehnya, kata dia, pernyataan itu malah disebut sebagai pencemaran nama baik. Padahal dari pernyataan tersebut telah jelas merupakan masukan.

 “Jadi didalam forum saat itu Rusdi bilang maaf pak Keuchik (Kepala Desa) yang bapak naikkan itu lima orang tapi setahu saya bisa lebih dari lima orang. Cuma itu saja yang disampaikan Rusdi saat itu,” ungkapnya.

Semetara itu, Kepala Bagian Operasi (Kabagops), Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Polisi Ikmal mengatakan, pihaknya akan mempelajari terhadap kasus tersebut.

Terkait dengan laporan terhadap penyidikan dan penyelidikan yang disampaikan warga atas kasus Rusdi dianggap tidak sesuai telah diterma pihaknya dan akan diterima.

Terakit dengan keinginan warga yang meminta agar dilakukan pencopotan jabatan terhadap Kapolsek Samatiga Inspektur Polisi Dua  Fachmi Suciandi, pihaknya tidak bisa melakukan begitu saja namun harus memperlajarinya.

Komentar

Loading...