Unduh Aplikasi

Warga Singkil Keluhkan Sejumlah Tanggul Ambruk Bertahun-tahun

Warga Singkil Keluhkan Sejumlah Tanggul Ambruk Bertahun-tahun
Foto: Ist

ACEH SINGKIL - Warga mengeluhkan sejumlah kondisi tanggul Sungai di Aceh Singkil ambruk bertahun-tahun akibat pengikisan tanah (Erosi).

Irwansyah warga Siti Ambia menyebutkan, tanggul selama ini menjadi kanal penahan Sungai Rintis dan pengaman pemukiman warga bantaran Sungai dari luapan banjir.

Tanggul yang kontruksi beton dan ditimbun tanah itu juga menjadi jalan alternatif masyarakat yang menghubungkan antar desa.

"Maka jika dibiarkan jebol, benteng pengaman yang menjadi jalan lintasan masyarakat juga ambruk akibat erosi dan terus melebar," ucap Iwan.

Disebutkannya, sekitar sepanjang 600 meter tanggul di sisi kanan dan kiri sungai, dari Jembatan Desa Suka Makmur dan Jembatan Desa Ujung sudah sebagian besar ambruk, dan sudah ratusan meter mengalami erosi

Bahkan, erosi juga sudah memakan benteng pengaman sungai, yang sebelumnya dimanfaatkan warga untuk mengangkut hasil tangkapan nelayan.

 "Dulu masih saya aktif merebus ikan,  mobil kecil dan becak masih bisa masuk angkut barang melintasi japan tanggul, namun sekarang sudah tidak bisa lagi,"ujarnya.

Disebutkannya, aliran Sungai Rintis melintasi Desa Suka Makmur, Kuta Simboling, Siti Ambia dan Desa Ujung Kecamatan Singkil.

Sebagian pemukiman warga hanya berjarak puluhan meter bahkan berada persis di tepi sungai. Saat musim penghujan air sungai kerap meluap hingga merendam rumah warga.

Terpisah, Wingni warga Siti Ambia lainnya mengakui kerusakan tanggul yang berada persis dibelakang rumahnya sudah semakin parah.

"Kami yang tinggal di pinggir sungai kalau sudah hujan jadi was-was. Jika tanggul itu jebol bahaya juga bagi kami," katanya.

Dia berharap Pemerintah Pusat dan daerah, segera memperbaiki tanggul tersebut, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

Selain itu tanggul di alur parit antara Dusun Pendidikan dengan Dusun Perdamaian Desa Pulo Sarok kondisinya semakin mengkhawatirkan. Pasalnya selain telah merobohkan tanggul, kikisan aliran sungai memporak pornandakkan tanah warga.

Sejumlah perumahan warga sudah belasan meter dimajukan akibat erosi yang melanda bertahun-tahun.

"Tanggul sepanjang 500 Meter itu sudah bertahun-tahun ambruk, namun tidak pernah sama sekali diperhatikan,"ujar yuyun salah seorang aparatur desa setempat.

 "Bahkan sebelumnya warga melalui desa setempat melaporkan ke BPBD dan pemerintah daerah tapi sampai saat ini belum ada upaya penanganan," keluhnya.

 


| KHAIRUMAN

 

Komentar

Loading...