Unduh Aplikasi

Warga Simeulue Ditangkap Gegara Buat Status Hoax di Facebook

Warga Simeulue Ditangkap Gegara Buat Status Hoax di Facebook
Ilustrasi. Foto: IST

SIMEULUE - Seorang pria berinisial ES (33), warga Desa Pulau Teupah, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, ditangkap polisi Polres setempat, Minggu (10/1).

ES ditangkap karena dinilai telah menyebar berita bohong (Hoax) di akun Facebook miliknya, sehingga membuat masyarakat resah.

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo melalui Kasat Reskrim Iptu, Muhammad Rizal, Selasa (12/1) mengatakan, ES ditangkap di Desa Pulau Teupah, Kecamatan Teupah Barat.

Dari tangan ES pemilik nama akun Facebook Eki Pultep itu, kata Kasat Reskrim, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone merk Vivo 1960 yang digunakan untuk memposting berita bohong, menyesatkan, berbau sara dan ujaran kebencian.

"ES kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perkara ITE berdasarkan barang bukti yang cukup. Hasil pemeriksaan, ES terbukti telah melakukan unjaran kebencian serta isu SARA di media sosial," kata Kasat Reskrim.

Menurut Kasat Reskrim, tersangka ES membuat status di facebooknya, "Rakyat Aceh menolak vaksin covid 19 karena banyak mudharatnya dan syari’atnya menurut para ulama Aceh itu haram. Pemerintah pusat tidak berhak ikut campur masalah hukum haram menurut Agama, karena masalah Agama mutlak kewenangan Pemerintah Aceh, bukan kewenangan Pemerintah RI. Bila ngotot pemerintah pusat memaksa kehendak, rakyat Aceh siap perang".  

“Untuk modus dan tujuan dari postingan tersebut akan kami dalami lagi, dan saat ini tersangka ES telah kami amankan di Mapolres Simeulue untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik," sebut Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, sambung Kasat Reskrim, tersangka ES di jerat pasal 45A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ditempat terpisah, Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan isu-isu provokatif, sara dan ujaran kebencian.

“Dan saya juga sangat berharap kepada lapisan masyarakat khususnya warga Simeulue, agar menggunakan media sosial dengan baik tanpa perlu menyebar informasi yang belum tentu ada kebenarannya, begitu juga sebaliknya masyarakat juga harus bijak apabila menerima informasi yang ada di berbagai media sosial,” tegas Kapolres.

Komentar

Loading...