Unduh Aplikasi

JURNALIS WARGA

Warga Seuneubok Teungoh Harap Pemberian PMT Benar-benar Bernilai Gizi

Warga Seuneubok Teungoh Harap Pemberian PMT Benar-benar Bernilai Gizi
ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Salah seorang warga Desa Seuneubok Teungoh, bernama Faridah, yang selama ini aktif membawa balitanya ke Posyandu menilai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Desa Seuneubok Teungoh, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat belum memenuhi unsur empat sehat lima sempurna.

Faridah mengatakan jika dibandingkan dengan Desa lain, maka Seuneubok Teungoh jenis makanan tambahannya masih jauh dari harapan dalam pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil melalui PMT yang diberikan dalam kegiatan Posyandu desa itu.

“Beda sekali dengan tempat lain. Di Desa Peulanteu itu beberapa bulan lalu dikasih telur satu papan dari Posyandu, Sedangkan kita cuma dikasih bubur,” kata Faridah, kepada Jurnalis Warga Seuneubok Teungoh.

Menanggapi hal itu, kepala desa setempat, Arifin mengaku minimnya jenis makanan tambahan yang diberikan kepada warga desa itu lantaran anggaran yang dialokasikan saat ini sangat minim.

Menurutnya jumlah bayi dan balita di desa itu lebih banyak dibandingkan dengan desa lain, belum lagi ditambah dengan ibu hamil sehingga alokasi tidak mencukupi.

“Kita akui dana Posyandu tidak cukup karena jumlah bayi dan balita kita banyak, beda dengan desa lain tidak sebanyak kita, kita bayi dan balita mencapai 56 orang, itu yang rutin ke Posyandu. Belum lagi ibu hamil. Tapi di anggaran perubahan ini kita upayakan penambahan semoga ada anggaran tidak terpakai kita alihkan ke Posyandu,” kata Arifin.

Meski demikian, Arifin tidak berani menjanjikan berapa alokasi anggaran tambahan untuk kegiatan Posyandu itu, namun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Perubahan ini ia akan mengusulkan penambahan.

“Saya tidak bisa pastikan berapa anggaran yang bisa kita tambahkan, jika memang tidak bisa kita tambahkan apa boleh buat. sama seperti kita buat kue bolu yang telurnya hanya empat dan gulanya seperempat kilogram, kan tidak mungkin telur dan gulanya kita kurangi,” katanya.

Rosnita|Jurnalis Warga Seuneubok Teungoh 

Komentar

Loading...