Unduh Aplikasi

Warga Sampoiniet Minta Penginapan Ocean View Ditutup Permanen

Warga Sampoiniet Minta Penginapan Ocean View Ditutup Permanen
Tim Imigrasi, dinkes serta pihak muspika sedang melakukan pengecekan WNA di Penginapan 111 Ocean View. Foto: AJNN/Suar

ACEH JAYA - Penginapan 111 Ocean View sekelas bintang tiga yang dibangun di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, ternyata tidak mengantongi izin resmi dari pemkab setempat.

Sebelumnya pada akhir Agustus 2019, Pemkab Aceh Jaya juga sudah pernah menyegel penginapan yang mayoritas dihuni oleh WNA tersebut, dengan menempelkan peringatan melanggar Undang-undang nomor 10 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar.

Namun, pihak pengelola tetap juga masih membuka dan melanjutkan pembangunan penginapan 111 Ocean View tersebut dan tidak mengindahkan teguran pemkab Aceh Jaya serta keputusan masyarakat setempat.

Keuchik Kuala Ligan, Suardi mengungkapkan jika penginapan orang asing yang terletak disudut desanya itu sudah beroperasi sejak 3 tahun lalu, namun baru akhir 2019 lalu pihak pemkab menyegelnya.

"Pada saat penyegelan dulu kami sudah buat kesepakatan jika sebelum mengantongi izin resmi dilarang dibuka dulu termasuk menambah pembangunan," kata Suardi kepada AJNN, Rabu (25/3).

Namun, kesepakatan itu dilanggar oleh pengelola penginapan 111 Ocean View, diam-diam mereka masih melanjutkan pembangunan bahkan masih membuka untuk tamu dari berbagai negara.

"Oleh sebab itu, hari ini kami minta penginapan 111 Ocean View itu untuk disegel secara permanen," pintanya.

Suardi juga mengungkapkan jika saat ini juga masih ada WNA yang sedang berwisata menginap di 111 Ocean View tersebut.

"Tadi pihak imigrasi juga sudah mengecek WNA bersama tim medis serta pihak keamanan Kecamatan Sampoiniet dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19," terang Suardi.

 Penginapan 111 Ocean View Aceh Jaya. Foto: AJNN/Suar

"Setelah hadirnya dari pihak imigrasi (WNA) WNA yang sedang berwisata tersebut sudah bersedia pindah dari lokasi bangunan yang belum memiliki izin tersebut," tambahnya.

Namun demikian, pihaknya selaku masyarakat Gampong Kuala Ligan telah menandatangani petisi terkait penolakan pengelolaan penginapan tersebut yang selama ini tidak menghargai peringatan pemkab serta aparat Desa Kuala Ligan.

"Dari desa kami sudah merekomendasikan untuk menolak penginapan 111 Ocean View degan harapan pihak-pihak terkait agar menyahuti aspirasi masyarakat, sehingga segala bentuk kegiatan di lokasi tersebut tidak akan terulang kembali," pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pelayanan Perizinan Satu Pintu, Rosniar mengakui jika sebelumnya sempat dilakukan penyegelan oleh Pihak Satpol PP, dikarenakan memang pihak pengelola belum mengantongi izin bangunan dan izin operasional.

“Sejauh ini pihak pengelola belum memberikan selembar kertas apapun, apakah mereka sedang negosiasi dengan pihak desa itu hak mereka karena kami tidak boleh ikut campur hingga ke ranah desa," ujarnya

Namun demikian, terkait masih ada WNA yang menempati penginapan tersebut itu di luar sepengetahuan pihaknya, dikarenakan memang lokasi tersebut jauh dari perumahan warga.

"Jika memang benar adanya orang asing disana itu wewenang pihak imigrasi untuk menindaklanjutinya," pungkasnya.

Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...