Unduh Aplikasi

Warga Sabang Dihebohkan dengan Penemuan Mayat Bayi dalam Sumur Tua

Warga Sabang Dihebohkan dengan Penemuan Mayat Bayi dalam Sumur Tua
Proses olah TKP dan evakuasi mayat bayi di kecamatan Sukakarya

SABANG - Warga Sabang dihebohkan dengan penemuan mayat bayi laki-laki dalam sumur tua yang sudah tak berair di Kecamatan Sukakarya, Rabu (12/2) kemarin.

Kapolres Sabang AKBP Muhammadun SH melalui Kasat Reskrim Iptu Abdul Halim SH kepada AJNN mengatakan bayi tersebut hasil hubungan gelap pria yang berprofesi sebagai petani berinisial Z (50) dengan M (16) yang masih berstatus pelajar.

Dijelaskan, awalnya M tidak mau memberitahu kepolisian tempat dimana mayat tersebut dikuburkan, namun setelah dibujuk akhirnya M bersedia menunjukkan lokasi mayat anaknya dikuburkan.

Ia menambahkan, adapun kronologis kejadiannya yang diperkirakan terjadi pada bulan April 2019 lalu dimana pada saat itu saudari M datang menjumpai Zul di kebun miliknya untuk meminta uang jajan, kemudian Zul memberikan uang yang diminta.

Selang beberapa hari kemudian korban kembali menjumpai pelaku dikebunnya untuk meminta uang, selanjutnya pelaku mengajak M untuk melakukan suami istri.

Lebih lanjut kata Abdul Halim, perbuatan terlarang itu telah sering dilakukan antara Zul dengan M. hingga beberapa bulan kemudian M mendatangi Zul dan mengatakan dirinya sudah tidak datang bulan (menstruasi) sekaligus menanyakan solusi kepada pelaku.

Hingga akhirnya M melahirkan seorang bayi laki-laki disamping rumahnya, dan menurut pengakuan M bayi tersebut pada saat lahir sudah tidak bernyawa.

Pada saat petugas dari Polres Sabang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Rabu (12/2) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB ditemukan mayat bayi laki-laki dalam keadaan tidak bernyawa bersama celana dalam berwarna cream milik korban dikubur didalam sumur tua tanpa air

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelapor kemudian pihak Kepolisian Resort Sabang melakukan penangkapan terhadap pelaku persetubuhan dengan anak dibawah umur itu.

“Akibat perbuatannya pelaku berinisial Z dijerat undang-undang persetubuhan dengan anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76D Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang atas perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak lima miliar rupiah,” tegas Kasat Reskrim Iptu Abdul Halim SH.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...