Unduh Aplikasi

Warga Pedalaman Gayo Lues: Hasil Panen Kami Kerap Busuk di Perjalanan

Warga Pedalaman Gayo Lues: Hasil Panen Kami Kerap Busuk di Perjalanan
Pertemuan Plt Gubernur dengan masyarakat. Foto: AJNN/Nazar Ahadi

GAYO LUES - Program pembangunan ruas jalan lintas Babahrot Abdya hingga ke Pereulak Aceh Timur disambut bahagia warga kampung Persada Tongra Kecamatan Trangun, Kabupaten Gayo Lues.

"Selama ini hasil pertanian kami busuk di jalan, karena kondisi jalan sulit dilalui roda dua dan roda empat," kata Abdurrahman warga Kampung Persada Tongra kepada AJNN, Minggu (13/9).

Warga perbatasan Gayo Lues yang tinggal di perbatasan Abdya itu menggatakan, selama ini warga setempat membawa hasil panennya ke Abdya, seperti cabai, bawang, jagung hingga minyak nilam.

"Kadang bisa sampai dua hari hasil tani kami baru sampai ke Abdya karena kondisi jalan, terutama saat hujan," sebutnya.

Akibat terlalu lama di jalan, para petani kerap rugi karena kualitas barang menurun dan dibeli dengan harga rendah.

"Misalnya cabai, harga seharusnya itu Rp 15 ribu, tapi karena sudah ada yang busuk dibeli Rp 8 ribu saja, begitu juga ikan yang dibawa dari sana, pas sampai kesini sudah busuk," katanya.

Abdurahman menilai program Plt Gubernur Aceh membangun ruas jalan sudah sangat tepat untuk memudahkan warga disana membawa hasil panen.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Babahrot, Haji Abu Bakar Albayani. Menurutnya jalan ini merupakan harapan besar masyarakat.

"Saya tidak ingin bicara panjang lebar, tapi kami masyarakat disini tidak mau lagi makan cabai busuk, begitu juga masyarakat Gayo agar bisa makan ikan segar, dengan adanya jalan ini bisa terwujud," katanya.

Komentar

Loading...