Unduh Aplikasi

Warga Minta Polisi Usut Tuntas Dana Gampong Rayeuk Kareung Capai Rp 1.4 Miliar

Warga Minta Polisi Usut Tuntas Dana Gampong Rayeuk Kareung Capai Rp 1.4 Miliar
Demo warga di kantor Keuchik Rayeuk Kareung Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Seratusan warga Rayeuk Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, melakukan demo di depan kantor keuchik setempat, Rabu (26/2). Aksi itu terkait dugaan pengelolaan dana desa dari APBG 2019 yang diduga tidak transparan.

Ketua Tuha Peut (empat), Gampong Rayeuk Kareung, T Azkari, demo tersebut dilakukan karena selama ini keuchik gampong itu tidak komunikasi dengan Tuha Peut, dalam rangka menjalankan aktifitas membangun desa setempat, baik dalam hal pembangunan fisik, rumah rehab, dan bantuan lainnya.

“Dalam kegiatan itu tidak pernah bermusyawarah dengan kami Tuha Peut, kami pernah minta untuk rapat dengan keuchik pada awal Februari di meunasah, dalam rapat tersebut diusulkan oleh masyarakat supaya keuchik menyampaikan secara transparan tentang dana desa dan APBG desa,” katanya kepada awak media.

Dikatakan Azkari, dalam rapat yang dilaksanakan tersebut tidak ada titik temu, dan bubar dengan sendirinya, sehingga masyarakat meminta kepada keuchik untuk melakukan rapat kembali, namun sampai saat ini rapat lanjutan tidak dilaksanakan.

“Kami masyarakat sudah menunggu rapat lanjutan, karena dana itu dibawa kemana. Apalagi dana tersebut bukan milik keuchik tapi milik masyarakat. Dan setelah 15 hari menunggu hingga saat ini tak kunjung dilakukan,” ujarnya.

Lanjutnya, oleh sebab itu pihaknya menuntut kepada aparat kepolisian agar mengusut dana Rp1.4 miliar karena hingga saat ini masyarakat belum menerima laporan tersebut. Pihaknya menduga sejumlah dana yang lebih belum dikembalikan ke kas desa.

"Kami mempertanyakan uang yang dipotong oleh keuchik 27 persen kemana saja dibawa oleh keuchik, rumah rehap 10 unit dengan anggaran Rp180 juta, sedangkan satu unit rumah diberikan Rp12 juta, kalau dikalikan 10 rumah harusnya Rp120 juta, dan sisa Rp60 jutanya dikemanakan oleh keuchik," ujarnya.

“Pembangunan lanjutan gedung koperasi Rp35 juta, namun yang diberikan pada lorong Rp21 juta, lalu sisanya Rp14 juta dikemanakan. Pembangunan talut lorong oleh glem anggaran Rp53 juta,” tambahnya.

Baca: Warga Demo Kantor Keuchik Rayeuk Kareung Lhokseumawe

Lalu, sambungnya, pembangunan talut lorong Cot Kupula anggaran Rp 30 juta lebih yang diserahkan kepada kepala pemuda Rp21 juta, sisanya Rp9.5 juta dikemanakan oleh keuchik.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kabag Ops Kompol Adi Sofyan mengatakan, pihaknya menanggapi positif tentang warga yang meminta untuk mengusut sisa dari dana tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak berkompeten di desa ini untuk mengumpulkan barang bukti, silahkan saja melapor ke Polres Lhokseumawe. Jika sudah dilapor maka akan kami proses sesuai hukum yang berlalu,” ungkap Adi.

Di lokasi terpisah, Keuchik Gampong Rayeuk Kareung Ilyas Idris menyebutkan, pihak Tuha Peut gampong menganggap anggaran dari Rp1.4 miliar itu sudah dipotong 30 persen. Jadi dirinya mengaku sudah menjalankan sesuai aturan yang berlaku.

“Dari anggaran itu ada pemerintahan, pemberdayaan, pembangunan dan pembinaan. Jadi anggaran itu kami bagi sesuai poksi. Setelah pekerjaan selesai saya selaku keuchik sudah menyelesaikan semuanya,” ucapnya.

Di akhir pertanggungjawaban, sambung Ilyas, pihak Tuha Peut tidak mau tanda tangan dengan alasan anggaran Rp1.4 miliar tidak jelas. Ketika saat dirinya membuat rancangan anggaran APBG 2019, ketika itu dirinya baru menjabat sebagai Keuchik.

“Setelah saya dilantik pada 6 Februari 2019, saya dan perangkat desa langsung menyusun anggaran. Jadi waktu itu Tuha Peut belum yang menjabat sekarang. Dan prosesnya sudah ditandatangani oleh Tuha peut yang lama,” ujarnya.

Dirinya mengimbau kepada warga jangan terpropokasi, jangan mengaitkan permasalahan gampong dengan politik. Sebagai kepala desa, dirinya mengajak masyarakat untuk bekerjasama membangun sebuah komunikasi dan pembangunan yang tertib, bagus dan transparan.

Komentar

Loading...