Unduh Aplikasi

Warga Minta PLN Pindahkan Kabel Sutet Yang Melintas Atap Rumah

Warga Minta PLN Pindahkan Kabel Sutet Yang Melintas Atap Rumah
Kabel sutet yang melintasi atap rumah warga

ACEH BARAT - Abdul Jalil, Warga Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat diresahkan dengan keberadaan kabel Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (Sutet) yang melintas tepat diatas atap rumahnya.

Jalil, mengatakan selama ini kabel Sutet yang terentang tepat di atas rumahnya itu sering mengeluarkan suara bising saat angin kencang dan hujan deras.

"Kadang-kadang terasa tidak nyaman dengan suara yang dikeluarkan oleh kabel sutet tersebut," kata Abdul Jalil, Sabtu, (12/10).

Menurutnya, jika terus dengan kondisi ini maka lama-lama bisa mengganggu ganguan pendengaran akibat suara yang ditimbulkan. Apalagi dengan kondisi cuaca pancaroba yang saat ini sering terjadi.

Dikatakannya, keberadaan kabel Sutet di atas atap rumah kian membuat ia resah. Pasalnya, dari beberapa artikel yang ia baca kabel Sutet dengan jarak yang terlalu dekat seperti melintas di atas rumah dapat mengancam kesehatan dan keselamatan.

"Dalam artikel yang saya baca di mesin pencari google, kabel sutet yang terlalu dekat dengan rumah atau diatas atap rumah bisa mengancam kesehatan seperti leukimia, kanker, cacat pada bayi, electrical sensitivity dan limfoma. Ini membuat saya semakin gelisah," ucap Jalil.

Tidak hanya itu, kata dia, yang paling ia kwatirkan jika terjadi petir dan menyambar kabel SUTET bisa saja terjadi percikan api. Apabila percikan api jatuh ke atap rumahnya dikwatirkan terjadi kebakaran.

Dikatakan Jalil, keberadaan kabel Sutet milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terentang di atas selama ini tidak diketahuinya lantaran sudah lama ia tidak menempati rumah itu.

"Saya baru tempati rumah saya yang sudah lama saya tinggalkan itu, dan saya melihat ada kabel rentang Sutet di situ, awalnya saya rasa tidak masalah. Namun selama hujan deras dan angin suara bising sangat mengganggu," ujarnya.

Informasi yang diperoleh Jalil dari warga setempat, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memang pernah memberikan uang, namun ia tidak tahu apakah itu bentuk konpensasi lantaran kabel SUTET melintas atap rumah warga atau berbentuk ganti rugi.

Meski begitu, sebut Jalil, ia tidak peduli apapun bentuk uang yang pernah diserahkan kepada warga setempat baik disebut konpensasi maupun ganti rugi, yang ia inginkan saat ini PLN memindahkan kabel Sutet yang melintas di atas atap rumahnya.

"Saya tidak tuntut uang konpensasi itu. Yang saya mau PLN pindahkan kabel itu, atau pindahkan rumah saya sesuai harga dan isinya," imbuhnya.

Komentar

Loading...