Unduh Aplikasi

Warga Minta Pemerintah Tak Beri Izin Galian C di Beuracan

Warga Minta Pemerintah Tak Beri Izin Galian C di Beuracan
Foto: Ist

PIDIE JAYA - Masyarakat Kemukiman Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, meminta pemerintah setempat tidak memberikan izin galian c di kemukiman tersebut.

"Berkaca dari pengalaman galian c yang pernah beroperasi di kemukiman kami, itu sangat meresahkan dan merugikan masyarakat," kata Imum Mukim Beuracan, Tgk Syamsyuddin kepada AJNN via seluler, Sabtu (21/3).

Kata dia, aparatur desa beberapa waktu lalu juga telah melakukan musyawarah dengan tujuan galian c tidak lagi boleh beroperasi di Kemukiman Beuracan.

Pihaknya telah menyurati pemerintah mengenai penolakan galian c di kemukiman itu. Masyarakat meminta supaya pemerintah tidak memberikan izin galian c kepada perusahaan yang ingin membuka galian c wilayah tersebut.

Alasan penolakan operasi galian c di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kemukiman Beuracan, jelas Syamsyuddin, mengingat yang timbul akibat adanya penambangan galian c diantaranya, kerusakan irigasi DI Beuracan, DI Panton Pupu, DI Alue Demam, yang menyebabkan berkurangnya debit air di bendungan-bendungan tersebut, sehingga sawah seluas kurang lebih 1.200 hektare di Kecamatan Meureudu dan Trienggadeng, tidak dapat dialiri air dengan sempurna, serta merusak persawahan disepanjang DAS akibat erosi.

Tidak hanya masalah pertanian, kehadiran galian c di DAS Beuracan juga berefek aktifitas masyarakat dan para pelajar yang disebabkan tumpahnya galian c di jalan, serta rusaknya badan jalan di Kemukiman Beuracan.

"Kami meminta pemerintah dan dinas terkait supaya tidak memberikan izin penambangan galian c di DAS Kemukiman Beuracan, kami sudah surati pemerintah. Jika pun izin tetap diberikan, saya khawatir akan tindakan masyarakat yang menolak kehadiran galian c ini," pintanya tegas.

Bahkan, tambah Syamsyuddin, akibat galian c jembatan penghubung Gampong Lada amblas, sehingga masyarakat gampong tersebut pernah terisolasi dengan masyarakat lainnya.

"Jembatan penghubung ke Gampong Lampoh Lada pernah rusak karena terkikis yang disebabkan oleh penambangan galian c, tapi jembatan itu sudah dibagun kembali," imbuhnya.

Syamsyuddin tidak memungkiri dengan beroperasinya galian c itu akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun PAD yang dihasilkan lebih besar pasak daripada tiangnya.

"Galian c memang menghasilkan PAD, tapi dari pengalaman yang pernah beroperasi dulu, misalnya PAD Rp 150 juta, tapi kerugian mencapai Rp 1 miliar," terang Syamsyuddin.

Komentar

Loading...