Unduh Aplikasi

Warga Minta Bupati Nagan Raya Bentuk Tim Investigasi Lahan

Warga Minta Bupati Nagan Raya Bentuk Tim Investigasi Lahan
Foto: Ist

ACEH BARAT- Warga Desa Pulo Kruet, Kecamatan Darul Makmur yang sedang melakukan gugatan di Pengadilan Negeri Suka Makmue terhadap Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai pelawan satu dan PT Kalista Alam sebagai pelawan dua, serta Yayasan HAKA sebagai pelawan atau tergugat intervensi mendesak Bupati Nagan Raya, Jamin Idham, membentuk tim investigasi kerusakan lingkungan hidup.

Pembentukan tim tersebut, guna mengungkap fakta sebenarnya atas lahan seribu hektar yang terbakar dan disebut milik PT Kalista Alam.

Permintaan pembentukan tim tersebut disampaikan melalui pengacara warga, Ibenk Syarifuddin Rani. Dalam keterangan persnya, mengatakan pembentukan tim tersebut perlu dilakukan untuk membuktikan seribu hektar lahan yang diklaim oleh KLHK, dan menang dalam gugatannya terhadap PT KA di Pengadilan Negeri Meulaboh bernomor 12/PDT.G/2012 Jouncto nomor 50.PDT/2014/PT.BNA 15 Agustus 2014 Juncto Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 651 K/pdt/2015.

"Lahan terbakar seribu hektar ini sudah dilegalkan pengadilan dengan putusan memenangkan KLHK atas PT Kalista, tanpa melihat fakta apakah benar ada lahan seribu hektar terbakar," kata Ibenk.

Atas dasar itu dia mewakili sepuluh kliennya itu mendesak pembentukan tim investigasi guna mengungkap fakta sebenarnya atas lahan seluas seribu hektar yang terbakar dan dianggap ganjil itu. Kata dia, hingga saat ini KLHK sendiri tidak dapat menunjukkan lokasi itu.

Dikatakannya, keganjilan tersebut dimana dalam sidang tindak pidana terhadap salah seorang pimpinan PT KA saat itu, berdasarkan informasi yang diperolehnya hanya menyebutkan tiga belas hektar lahan yang terbakar sehingga salah seorang manajer perusahaan tersebut dinyatakan bersalah dan menjalani hukuman dan saat ini telah selesai, namun dalam perkara perdata malah disebut seribu hektar.

Keganjilan lain, kata dia, berdasarkan Surat Izin Gubernur Nomor 525/BP2T/5322/2011 menyebutkan lahan yang diberikan atas Kalista Alam seluas 1,605 hektar atas kegiatan Izin Usaha Budidaya Perkebunan (IUPb)

Namun tiga bulan setelah itu, PT KA disurati oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) untuk menghentikan operasi sementara dan setahun setelah itu gubernur mencabut izin tersebut tepatnya pada 27 September 2012.

"Di September 2012 juga KLHK mengajukan gugatan terhadap Kalista tanpa melibatkan masyarakat. Kenapa Kalista digugat karena mereka menganggap izin itu masih berlaku, dan Kalista melakukan pembakaran," ucapnya.

Akan tetapi dari rentetan peristiwa itu, kata Ibenk, fakta yang ditemukan berbeda terhadap gugatan yang dimenangkan oleh KLHK terhadap PT KA di Pengadilan, atas lahan yang disebut masuk dalam Kawasan Ekosistem Lauser (KEL) itu dan terbakar seribu hektar dari 1,605 hektar lahan.

Menurutnya, dari lahan seribu hektar yang diklaim KLHK itu didalamnya merupakan milik warga dan dapat dibuktikan dengan sertifikat hak milik yang dikeluarkan sejak tahun 2008 atau jauh sebelum surat Izin Gubernur yang dikeluarkan pada tahun 2011 lalu.

Dikatakannya, atas dasar tersebut masyarakat melakukan gugatan atau perlawanan (deden perzet) berdasarkan hak milik yang dimilikinya, karena mereka ingin membuktikan jika lahan tersebut merupakan milik mereka bukan Kalista Alam.

Gugatan yang dilakukan masyarakat tersebut, kata dia, bukan bermaksud untuk menghalangi proses eksekusi lahan milik KLHK, akan tetapi mereka ingin mempertahankan milik mereka.

"Masyarakat tidak bermaksud menghalangi, namun ingin membuktikan jika yang hendak diekaekusi itu milik mereka. Masyarakat juga dalam perlawanannya tidak minta dibatalkan akan tetapi meminta ditunda, atas dasar mereka ingin mempertahankan hak mereka hingga ada kejelasan lahan yang akan dieksekusi," ungkap Ibenk.

Saat ini, kata dia, lantaran warga melakukan perlawanan muncul berbagai isu yang memposisikan masyarakat bekerjasama dengan perusahaan hingga ada yang menuding masyarakat mencari keuntungan dari perusahaan.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...