Unduh Aplikasi

Warga Laporkan Polres Nagan Raya ke Komnas HAM dan Komisi III DPR RI

Warga Laporkan Polres Nagan Raya ke Komnas HAM dan Komisi III DPR RI
Surat tanda terima laporan
JAKARTA - Masyarakat Gampong Ujung Patihah, Kabupaten Nagan Raya melaporkan Polres Nagan Raya ke Komnas Ham dan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Alasan pelaporan itu itu, karena Polres Nagan Raya diduga telah merampas tanah warga.

"Ada 72 warga yang mengadukan atas perampasan tanah yang di lakukan oleh polres Nagan Raya. Perampasan ini berpotensi merugikan masyarakat setempat secara luas," kata Kuasa Hukum warga, Safaruddin dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh.

Safaruddin menjelaskan, 72 warga tersebut mempunyai surat kepemilikan lahan. Bahkan ada yang bersertifikat, tetapi Polres tetap mengklaim kalau tanah itu milik polres nagan raya berdasarkan sertifikat hak pakai tahun 2005.

"Dalam pengaduan tersebut warga menyerahkan bukti surat kepemilikan tanah yang mereka miliki. Dan foto-foto bangunan yang diklaim milik Polres Nagan Raya," jelas Safaruddin.

Dalam pengaduan itu, warga diwakili oleh Cut Keumala Dewi dan kuasa hukumnya Safaruddin dan Yusrizal serta kepala perwakilan YARA Nagan Raya, Wahidin

Berikut isi surat laporan warga Nagan Raya ke Komnas Ham dan Komisi III DPR RI

Hal : Pengaduan Perampasan Tanah oleh Polres Nagan Raya

Kepada Yth
KOMISI III DPR RI
Komnas HAM RI
Di Jakarta

Dengan hormat;

Dengan ini kami dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh atas nama Masyarakat Gampong Ujong Patihah melaporkan bahwa telah terjadi pengambilan/penyerobotan lahan warga Gampong Ujong Patihah oleh Polres Nagan Raya dengan menggali parit di areal perkampungan dan mengenai tanah dan bangunan serta rumah tinggal warga dan Mesjid Ujong Patihah yang mempunyai surat.

Polres Nagan Raya berdalih mempunyai sertifikat hak pakai pada tahun 2005 yang di publikasikan ke publik pada tahun 2011, sementara warga masyarakat telah mempunyai surat AJB semenjak tahun 1976.

Saat ini warga gampong ujong Patihah terancam akan di gusur rumah dan kehilangan tanah dan hartanya, saat penggalian parit oleh Polres Nagan Raya Warga telah melarang dan menentang, namun warga tidak berdaya karena penggalian parit tersebut di kawal oleh ratusan Polisi bersenjata lengkap. Sementara warga Ujong Patihah masih sangat trauma dengan situasi seperti itu dimana saat konflik di Aceh warga Ujong Patihah menjadi korban pemukulan dan ternaknya di tembak saat pembangunan kompi brimob yang juga merampas tanah warga sampai saat ini.

Untuk itu kami mohon KOMISI III DPR RI dan Komnas HAM memberikan perhatian serius dan segera melakukan investigasi terhadap tindakan Polres Nagan Raya ini yang telah meresahkan dan merugikan masyarakat Gampong Ujong Patihah.
Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Wassalam
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...