Unduh Aplikasi

Warga korban PT. Arun belum menyerah tuntut hak

LHOKSEUMAWE - Nasib warga eks Blang Lancang yang digusur akibat pembangunan Kilang Gas PT. Arun masih diabaikan. Tuntutan mereka agar tanah mereka yang diambil oleh perusahaan segera digantikan. Dalam seminggu terakhir sudah berkali-kali warga melakukan demo, namun hingga kini belum ada titik terang.

Rabu (22/10) sekitar seratusan massa kembali melakukan demo di pintu utama komplek perumahan PT. Arun, Desa Blang Thuphat Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang (Ikbal) tetap nyaring meneriakkan tuntutan hak  mereka yang puluhan tahun dikebiri.

Koordinator aksi  Zubir sekaligus Sekretaris Ikbal, meminta pihak PT. Arun beserta PT. Pertamina, dapat menemui mereka.

"Kami memberikan batas waktu sampai hari Senin, 27 Oktober 2014,"katanya.

Para pendemo mencoba menerobos untuk masuk Kompleks PT. Arun melalui pintu gerbang, akan tetapi tindakan tersebut dihadang oleh kepolisian. Sehingga sempat terjadi keributan dan saling dorong antara massa dengan petugas.

Setelah berusaha keras akhirnya massa berhasil masuk ke halaman depan Kompleks PT. Arun.

Setelah menunggu 1 jam lamanya pengunjuk rasa, menunggu perwakilan Pihak PT. Arun  akhirnya keluar menemui para pengunjuk rasa  untuk mendengarkan tuntutan para pengunjuk rasa.

Wakil Kabag Humas PT.Arun  Teddy Safari, mengatakan bahwa pihak PT. Arun akan sesegera mungkin menyampaikan tuntutan pengunjuk rasa kepada Pihak PT. Pertamina.

"Selanjutnya keputusan yang kami dapat nanti akan kami sampaikan kepada pengunjuk rasa, akan tetapi Pihak PT. Arun tidak dapat memastikan kapan waktunya," ujarnya.

Mendengar jawaban dari pihak perusahaan yang tak sesuai dengan yang diharapkan. Massa mengancam jika dengan batas waktu yang diberikan namun belum ada kejelasan, mereka mengancam akan membakar mobil milik perusahaan.

Lanjut Zubir, jika Pihak PT. Arun ingin menepati janjinya, selama menunggu terealisasi mereka meminta menduduki rumah milik perusahaan sampai tuntutan direalisasikan.

RAJALI

Komentar

Loading...