Unduh Aplikasi

Warga Kepulaun Banyak Aceh Singkil Terancam Kelaparan

Warga Kepulaun Banyak Aceh Singkil Terancam Kelaparan
Kondisi SPBU di Singkil tidak beroperasi pasca banjir. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Ribuan warga dua Kecamatan di Kepulauan Banyak, yakni Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil terancam kelaparan, banjir yang melanda Aceh Singkil berdampak pada pasokan bahan bakar minyak (BBM), Gas LPG dan Sembako kewilayah itu.

Hal itu menyusul putusnya akses jalan menuju ke Singkil, sehingga pasokan BBM, Gas LPG dan sembako ke wilayah kepulauan banyak yang biasanya diangkut dari Pelabuhan Singkil hingga hari ini, Senin (5/12) terhenti.

Camat Pulau Banyak Rudi Faisal yang dihubungi wartawan via sambungan selulernya mengatakan sejak Selasa pekan lalu nelayan di wilayah itu tak melaut lantaran ke habisan stok BBM, sedangkan ibu rumah tangga kelimpungan mencari stock gas LPG, sejak banjir belum ada pasokan.

"Nelayan sudah enam hari tidak melaut, minyak tidak ada, sehinga boat penyeberangan dari singkil juga terganggu, jadi pasokan sembako dan LPG belum ada," kata Rudi Faisal.

Hal senanda juga diungkapkan oleh Taufik, Anggota DPRK Aceh Singkil asal Pulau Banyak Barat itu mengatakan minyak tanah untuk kebutuhan kompor juga habis, dirinya khawatir jika kondisi ini terus berlangsung warga di wilayah itu tak lagi dapat mencari nafkah otomatis berdampak pada keberlangsungan hidup warga di kepulauan tersebut.

"Pasokan gas dan mitan juga dikeluhkan oleh ibu-ibu untuk mengasapi dapurnya, kalau ini masih berlangsung lama nelayan terancam tidak bisa melaut dan mencari rizki, selain itu warga juga masih trauma karena ada nelayan yg dimangsa buaya, jadi BKSDA juga kami minta segera turun tangan," kata Taufik.

Pantauan AJNN, hingga siang ini SPBU di Singkil belum beroprasi, pasokan BBM belum juga masuk. Jembatan darurat di Rekompak, Desa Ujung Bawang belum dapat dilintasi kendaraan bermuatan berat. Mobil pengangkut batang terpaksa harus bongkar muatan dan dipindahkan ke mobil lain yang menunggu di seberang jalan yang terputus.

Komentar

Loading...