Unduh Aplikasi

Warga Keluhkan Kelangkaan Semen di Lhokseumawe dan Aceh Utara

Warga Keluhkan Kelangkaan Semen di Lhokseumawe dan Aceh Utara
Foto: Antara

ACEH UTARA - Masyakat di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe keluhkan kelangkaan semen sejak sepekan terakhir. Imbasnya, proses pembangunan fisik dengan dana desa terhambat.

Kepala Urusan Umum, Desa Rawang Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Abdul Rafar mengatakan pihaknya terpaksa menghentikan pengerjaan parit, karena susah mendapatkan material semen dari penyalur maupun toko-toko di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

"Saat ini kan sedang musimnya kerja di gampong-gampong dengan anggaran dana desa," kata dia, Sabtu (11/10).

Menurutnya, jika pun ada jumlahnya tidak cukup digunakan untuk pembangunan. Misalnya yang dibutuhkan untuk pembangunan 100 sak tapi hanya tersedia lima sak.

Kelangkaan semen juga dikeluhkan developer rumah bersubsidi di Lhokseumawe, Wahyuddin Albra. Kata dia, saat ini tidak ada pasokan semen di Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara.

“Gudang di Krueng Geukuh juga kosong semennya. Jadi sangat mahal. Kami susah mendapatkan pasokan semen, padahal butuh banyak,” terangnya.

Saat ini, harga jual semen merk Andalas mencapai Rp 56.000 per sak, sedangkan semen merk merah putih dijual Rp 54.000 per sak. “Itu harga di pengecer. Itu pun barangnya tidak ada,” katanya.

Dia berharap pemerintah segera memanggil produsen semen untuk provinsi itu sehingga segera ada solusi kelangkaan semen di Aceh.

“Pemerintah harus segera turun tangan. Saat mau pelaksanaan pekerjaan selalu saja kita krisis semen,” pungkasnya.

Komentar

Loading...