Unduh Aplikasi

Warga Jadi Tersangka Protes BLT, Polisi Didesak Usut Penggunaan Dana Desa Suak Pantee Breuh

Warga Jadi Tersangka Protes BLT, Polisi Didesak Usut Penggunaan Dana Desa Suak Pantee Breuh
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyesalkan sikap kepala Desa Suak Pante Breuh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat yang melaporkan warga desanya sendiri ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

Baca: Gelar Aksi Protes BLT Dana Desa, Warga Aceh Barat Malah Jadi Tersangka

Mirisnya, Rusdi dipolisikan lantaran melakukan aksi protes terhadap penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang diperuntukkan bagi warga terdampak CoronaVirus Disease (Covid-19).

Ketua YARA Kabupaten Aceh Barat, Hamdani mengatakan, harusnya kasus tersebut tidak perlu sampai ke ranah hukum, apalagi sampai ditetapkan tersangka.

“Sangat kita sayangkan karena yang dipolisikan adalah warga sendiri oleh seorang pemimpin di gampong setempat.  Lebih mirisnya lagi,  informasi yang kita terima laporan tersebut berawal dari aksi  protes  BLT di tengah pandemi Covid-19 ini," kata Hamdani.

Kata dia, dalam protes yang dilakukan warga pada forum resmi terkait dana BLT DD itu, bahkan sempat dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika).

Hamdani mengatakan, jika kasus hukum terhadap Rusdi  berlanjut maka dikhawatirkan kedepannya tidak akan adalagi warga yang berani menyampaikan pendapatnya atau mempertanyakan baik terkait anggaran desa maupun kegiatan lainnya.

“Demokrasi mulai terancam jika seperti ini. Belum lagi gejolak lainnya di gampong tersebut, seperti efek sosial lainnya. Kita berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaaan yakni secara adat di gampong (desa),” ucap Hamdani

Menurut Hamdani, jika kasus tersebut terus dilanjutkan maka polisi juga harus mengusut tuntas persoalan yang ada di desa itu. 

Selain itu, kata dia, YARA akan melakukan investigasi terkait dugaan-dugaan penyimpangan dana desa di Desa Suak Pante Breuh, dan dugaan lainnya dan bila dalam investigasi  ditemukan kejanggalan, YARA juga akan melaporkan ke Polisi maupun Kejaksaan.

“Pemerintah harus turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Seharusnya malu jika persoalan seperti ini terjadi. Kita juga mendesak Inspektorat untuk turun melakukan audit dana desa di Gampong Suak Pante Breuh,” ungkapnya. 

Komentar

Loading...