Unduh Aplikasi

Warga Geulanggang Merak Tutup Drainase Milik PLTU 1 dan 2

Warga Geulanggang Merak Tutup Drainase Milik PLTU 1 dan 2
Warga menutup drainase milik PLTU 1 dan 2. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Warga Dusun Geulanggang Meurak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir kembali melakukan aksi penutupan drainase milik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 dan 2 Nagan Raya, yang terhubung dengan saluran pembuangan air milik warga, Sabtu (18/5).

Pemblokiran yang dilakukan oleh puluhan masyarakat itu dengan cara menutup saluran pembuangan milik PLTU 1 dan 2 dengan cara ditambal dengan tanah bercampur semen yang sudah dimasukkan kedalam karung beras.

Warga menutup drainase milik PLTU 1 dan 2. Foto: Ist

Penutupan drainase itu sebagai bentuk protes warga atas sikap PLTU 1 dan 2 yang tidak merespon tuntutan ganti rugi lahan bangunan milik warga yang selama ini tercemar polusi udara dan pencemaran debu batubara.

Salah seorang warga Desa Geulanggang Merak, Teuku Fachruddin mengatakan manajemen PLTU 1 dan 2 seperti meremehkan apa yang menjadi tuntutan warga. Padahal sebelumnya Manager PLN Pembangkit Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang berada di Medan sudah pernah berjanji turun ke lokasi untuk berdiskusi dengan warga, namun hingga saat ini tidak direalisasi.

Baca: PLTU 3 dan 4 Siap Ganti Rugi Lahan Milik Warga Geulanggang Merak

"Kami merasa ditipu, katanya Manager PLN Pembangkit di Medan mau turun kemari seperti yang disampaikan kepada tim 19, tapi ini sudah sebulan lebih tak tampak batang hidungnya," kata Fachruddin.

Ia menilai PLTU 1 dan 2 seperti tuli atas apa yang dirasakan warga Dusun Geulanggang Merak yang setiap hari menikmati paparan debu batubara, dan polusi udara yang dihasilkan dadi cerobong asap dari mesin pembangkit tersebut. Belum lagi pencemaran limbah yang diduga dari PLTU itu.

Warga menutup drainase milik PLTU 1 dan 2. Foto: Ist

Padahal, kata Fachruddin, dalam ganti rugi lahan dan bangunan terhadap 45 Kepala Keluarga (KK) tersebut, PT Mifa Bersaudara telah bersedia membayar ganti rugi untuk 20 pemilik, kemudian PLTU 3 dan 4 untuk 10 pemilik, sementara 15 lainnya merupakan tanggungg jawab PLTU 1 dan 2 karena lebih dekat dengan PLTU tersebut.

"Untuk itu kami mendesak agar Manager PLTU 1 dan 2 segera menyampaikan persoalan warga kepada atasannya, jangan alasan tidak punya kewenangan lalu diam saja," ujarnya.

Komentar

Loading...