Unduh Aplikasi

Warga Calang Minta Pemkab Cetak Sawah Baru

Warga Calang Minta Pemkab Cetak Sawah Baru
Tgk Yusri Sofyan dan warga desa Dayah Baroe sedang melaksanakan tradisi khanduri blang. Foto: Ist

ACEH JAYA - Warga Desa Dayah Baroe, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya meminta pemerintah setempat untuk melakukan cetak sawah baru. Pasalnya sawah yang selama ini digarap oleh warga sudah terlalu sempit.

Hal itu disampaikan oleh Keuchik Gampong Dayah Baro, Afrijal Adam pada saat acara khanduri blang turun ke sawah desa setempat dihadapan Wakil Bupati Aceh Jaya Tgk Yusri Sofyan, Kamis (11/7).

Pasalnya, terang Afrijal, masyarakat gampong Dayah Baroe semenjak dulu penghasilan utamanya adalah bertani, bahkan dulu sampai dikenal dengan sebutan pegawai tani, dan dulu juga sudah menjadi lumbung pangan di Calang.

Namun karen musibah tsunami 2004 silam yang melanda Aceh termasuk Calang, Aceh Jaya wilayah terparah dampak akibat diterjang tsunami sehingga lahan persawah di gampong tersebut sudah sempit.

"Jadi kami berharap kepada pemda setempat untuk dapat mencetak sawah baru yang lokasinya di Alue Bieng, Kecamatan Krueng Sabee, karena disana masih banyak lahan yang kosong dan cocok dijadikan lahan persawahan baru," ujarnya.

Sehingga dengan adanya cetak sawah baru, kata Afrizal, warganya yang berprofesi sebagai petani dapat meningkatkan perekonomian keluarga, karena selama ini dengan bertani bisa mencukupi kebutuhan konsumsi beras dalam keluarga, karena keterbatasan luas sawah.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Yusri Sofyan, menyahuti usulan para warga untuk dilakukan cetak sawah baru. Bahkan ia lansung menyarakan masyarakat setempat untuk dapat merintis secara gotong royong di lokasi yang telah direncanakan untuk mencetak sawah baru.

Namun sambil menunggu adanya sawah baru, ia terus menyarankan warga untuk menanam padi tahunan dan mempertahakan budaya atau tradisi 'khanduri blang' karena melalui tradisi ini dapat menjalin persatuan, sifat gotong royong, kebersamaan dan serentak untuk turun kesawah.

“Saya yang dulunya juga petani sangat menyambut baik, khanduri blang ini harus dipertahankan, karena dengan adanya khanduri blang ini akan menjalin persatuan dan kegotong royongan, kebersamaan serta serentak untuk turun kesawah sehingga dapat mengatasi terhadap gangguan hama, terutama hama burung," ujar Tgk Yusri.

Selain itu, menurutnya yang lebih penting apabila sudah dicetak sawah baru, harus adanya irigasi teknis, hal tersebut perlu adanya dukungan dari masyarakat serta dukungan legislatif yang lolos ke senayan.

"Jadi untuk membantu menghadirkan irigasi teknis nantinya melalui anggaran pusat, karena biaya sebuah irigasi teknis nilainya sampai puluhan dan ratusan milyar," ungkapnya.

Aceh UMKM Expo 2019
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh

Komentar

Loading...