Unduh Aplikasi

Warga Binaan Lapas Lhokseumawe Dilatih Membuat Tas Bordir Aceh

Warga Binaan Lapas Lhokseumawe Dilatih Membuat Tas Bordir Aceh
Warga binaan menjahit tas bordir Aceh. Foto: AJNN/Sarina.  

LHOKSEUMAWE – Sejumlah warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lhokseumawe dilatih ketrampilan membuat tas border Aceh. Hal itu dilakukan guna agar ketika mereka keluar bisa berkreasi dan membuka usaha secara mandiri.

Amatan AJNN, warga binaan yang didominasi oleh kaum hawa itu, mulai lincah dan aktif dalam membuat berbagai jenis motif, termasuk bordir Pinto Aceh.

Salah seorang narapidana, Maulina Zahara kepada AJNN mengatakan, sebelum masuk ke Lapas, dirinya sama sekali tidak mengerti cara memegang mesin jahit, namun saat ini dirinya sudah bisa menghasilkan karya dari tangan sendiri.

“Selama saya disini Alhamdulillah satu bulan belajar sudah bisa buat tas, dan belajar dari nol. Mudah-mudahan ke depan setelah saya bebas bisa membuka usaha jahit,” kata Maulian, Senin (22/2).

Sementara itu, Rosmawati selaku penanggungjawab dari Lapas yang mengajarkan bordir tersebut mengaku, narapidana yang sudah ada keputusan sidang, langsung dibina. Dan kebanyakan setelah satu bulan diajarkan, warga binaan tersebut langsung bisa menjahit, dan membentuk berbagai motif.

“Kita disini cuma mengajarkan cara bordir dengan pembuatan tas kerajinan Aceh, dalam sepekan mereka mampu menghasilkan 15 unit tas bermotif Aceh,” ujarnya.

Tas hasil karya warga binaan, sambung Rosmawati, diambil langsung oleh penampung, dengan harga Rp30 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung jenis dan kualitasnya.

“Nanti, pendapatannya juga akan dibagi kepada warga binaan itu,” imbuhnya.

Komentar

Loading...