Unduh Aplikasi

Warga ancam pagari Bandara Rembele Bener Meriah

BENER MERIAH - Warga minta utamakan hasil taksiran harga ganti untuk rugi lahan masyarakat yang lahannya terkena perluasan Bandara Rembele Bener Meriah, bukan mekanisme pembayaran. Disamping itu warga juga menuntut, agar lahan mereka digantirugi sesuai dengan harga pasaran, jika tidak, lokasi bandara itu akan dipagari.

Kejelasan harga ganti rugi lahan warga yang terkena perluasan Bandara Rembele Bener Meriah belum jelas, sudah muncul isu mekanisme pembayaran. Suatu tindakan yang jauh dari harapan warga.

Salah seorang warga Bale Atu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Syukurahman menegaskan, keinginan masyarakat saat ini, pemeritnah diminta agar terlebih dahulu menentukan harga ganti rugi yang akan dibayar, bukan justru mekanisme pembayaran yang harus dibicarakan.

Hematnya, tim penaksir dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) cabang Medan, juga telah beberapa kali turun ke lokasi lahan perluasan bandara, namun hingga kini kepastian haga ganti rugi belum diketahui masyarakat.

“Ini jangan salahkan warga jika bandara nantinya kembali dipagar,” ujarnya.

Atas nama pribadi selaku pemilik lahan tambah syukurahman, dirinya tidak setuju jika ganti rugi lahan belum dibayar, namun pembangunan terus dilanjutkan.

“Jelaskan dulu harganya berapa, baru nanti kita bicarakan mekanisme pembayaran,” sebut Syukurahman.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh dan tim KJPP selaku pemegang kontrak ganti rugi lahan warga, karena setelah beberapa hari yang lalu hingga kemarin mencoba menghubungi dan meninggalkan pesan singkat kepada Kasi Pengadaan Tanah (BPN) Aceh Frederik Edison belum bersedia memberi tanggapan apapun.

NUSI

Komentar

Loading...