Unduh Aplikasi

Warga Alue Tho Tolak Pelurusan Sungai

Warga Alue Tho Tolak Pelurusan Sungai
Kondisi abrasi sungai Alue Tho saat banjir beberapa waktu lalu. Foto: Ist

ACEH JAYA - Kepala Bidang Program PUPR Aceh Jaya sudah mengusulkan pelurusan sungai di gampong Curek - Alue Tho, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya untuk mengatasi abrasi yang terus mengancam rumah warga desa setempat.

Untuk program kegiatan pelurusan Sungai tersebut, Bidang Program PUPR Aceh Jaya telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 140 Juta di RKA-P tahun 2019.

Baca: Dinas PUPR Aceh Jaya Usul Pelurusan Sungai Curek-Alue Tho

"Kami sudah mengusulkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perubahan (RKA-P) untuk perulusan sungai gampong Curek - Alue Tho sebesar Rp 140 juta di tahun ini," ungkap Susanto.

Sementara itu, sebagian warga Desa Alue Tho khususnya yang tinggal di pinggiran sungai menolak pelurusan sungai tersebut, pasalnya warga masih sangat membutuhkan sungai itu untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk mandi, mencuci dan sebagainya.

"Kalau sungai itu diluruskan otomatis sungai yang ada di area pemukiman warga jadi kering, dan bagaimana dengan kebutuhan warga selanjutnya yang masih sangat membutuhkan sungai tersebut," ujar Saiful Bahri, salah satu warga Alue Tho kepada AJNN, Jum'at (21/6).

Selain itu, kata Saiful, Meunasah di Desa Alue Tho juga berada di pinggiran sungai, yang setiap saat warga menggunakannya untuk mengambil wudhuk ketika mau shalat berjama'ah.

"Jadi kalau sungai itu diluruskan memang akan mengatasi abrasi, namun akan menjadi masalah baru bagi warga yang sudah bertahun-tahun memanfaatkan sungai itu untuk kebutuhan sehari-hari," terangnya.

Selain itu, Zulkifli salah satu pemilik rumah yang rawan akibat abrasi juga menolak usulan pelurusan sungai di desanya. Ia menolak pelurusan sungai tersebut karena dinilai kurang efektif.

"Tidak ada jaminan untuk mengatasi Abrasi walapun dengan cara pemindahan atau pelurusan sungai, karena jika banjir air akan tetap mengalir dan menghantam perumahan warga," ujar Zulkifli kepada AJNN.

Menurutnya, masalah sekarang bukan di pembebasan lahan untuk pelurusan sungai, namun apakah program tersebut akan berdampak positif bagi masyarakat.

Pasalnya, hingga saat ini sebagian besar masyarakat khususnya yang tinggal di pinggiran sungai masih sangat membutuhkannya untuk kebutuhan sehari-hari.

"Jika memungkinkan jangan pelurusan sungai, tapi dibangun tanggul aja, walapun bukan yang permanen sehingga anggaran yang dibutuhkan juga tidak besar," Pinta Zulkifli.

iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...