Unduh Aplikasi

Warga Alue Lhok Tangse Sandera Beko Penambang Emas

Warga Alue Lhok Tangse Sandera Beko Penambang Emas
Beko penambang emas yang disandera warga

PIDIE-Warga Dusun Alu Lhok, Gampong Krung Meriam, Kecamatan Tangse, Pidie menyandera satu unit alat berat jenis beko yang beroperasi melakukan penambangan di kawasan pengunungan gampong setempat.

Kapolres Pidie AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar kepada wartawan Kamis (5/9) membenarkan insiden penyanderaan satu unit alat berat jenis beko yang dilakukan warga Dusun Alu Lhok, Gampong Krung Meriam, Dusun Alu Lhok kecamatan setempat.

Penyanderaan beko tersebut dipicu lantaran air sungai yang biasa digunakan oleh warga Dusun Alu Lhok tercemar kotoran disebabkan Beko beroperasi di lahan pengunungan Gampong Krueng Meriam.

"Warga Dusun Alu Lhok menyandera beko karena tidak terima air sungai kotor akibat dilakukan kegiatan penambangan," katanya.

Terkait permasalahan tersebut, Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Intelkam Polres Pidie bersama Muspika kecamatan mencoba melakukan upaya mediasi warga Dusun Alue Lhok yang telah menahan beko di halaman masjid setempat. Namun warga Alue Lhok meminta ganti rugi sebesar Rp 100 juta karena telah mendaki gunung menurunkan beko.

"Setelah kita memediasi dengan pihak pemilik beko, mereka hanya meyanggupi permintaan warga Rp Rp 50 juta dan akan kita sampaikan kepada masyarakat Alue Lhok," kata Setiawan Siregar.

Pada bulan lalu, kata Setiawan Siregar, permasalahan tersebut juga pernah terjadi. warga Dusun Alue Lhok menghentikan alat berat untuk melakukan aktivitas penambangan emas di sungai dan sudah selesaikan muspika kecamatan.

"Tiba-tiba pada Minggu 1 September 2019 pemilik beko tersebut kembali naik ke lokasi tambang dengan tersembunyi yang didampingi warga gampong setempat," katanya.

Komentar

Loading...