Unduh Aplikasi

Warga Aceh Utara Lapor ke Polisi Anaknya Menghilang, Diduga Korban Trafficking

Warga Aceh Utara Lapor ke Polisi Anaknya Menghilang, Diduga Korban Trafficking
Nurdin memperlihatkan foto di ijazah Safridawati yang telah lama menghilang. Foto; Tommy.

BANDA ACEH - Seorang warga gampong Keude Mancang, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Nurdin Abdullah (64) melaporkan anaknya yang telah lama menghilang di Malaysia sejak 2015.

Nurdin, melaporkan kejadian tersebut ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh didampingi kuasa hukumnya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Menurut cerita Nurdin, anaknya bernama Safridawati (27) diajak kerja ke Malaysia oleh seorang warga sekampungnya bernama Mutia dengan iming-iming gaji Rp3 juta per bulan.

Diawal pertemuan itu, lanjut, dirinya tidak mengijinkan anak ke-14-nya itu merantau ke Malaysia. Namun, berkali-kali didesak agar dirinya ijinkan Safridawati bisa pergi ke negeri Jiran.

"Berulang-ulang kali dia datang ke rumah agar anak saya diijinkan bekerja di Malaysia,"kata Nurdin didampingi ketua YARA, Safaruddin, Senin (13/1).

Akhirnya pada Desember 2015, kata Nurdin, anakpun berangkat ke Malaysia dan difasilitasi oleh Mutia mulai dari perjalanan hingga pasport.

"Sejak berangkat ke Malaysia cuma dua kali menghubungi keluarga yang terakhir di tahun 2017. Saat itu melalui telepon ia ingin pulang dan tidak punya uang sambil menanggis," sebut Nurdin

Ketua YARA, Safaruddin menyebutkan pihaknya telah melaporkan Mutia ke pihak Kepolisian atas dugaan perdagangan manusia (trafficking) dan surat laporan itu telah diterima pihak Polda Aceh nomor SSTLP/17/I/YAN.2.5/ 2020 SKPKT.

Safar juga menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan komunitas Aceh di Malaysia untuk melacak keberadaan Safridawati. Bahkan, telah melaporkan ke pihak kedutaan RI di Malaysia.

"Yang membawa Safridawati pernah dipanggil ke Kedutaan. Namun, pengakuannya Safridawati pergi sendiri dan tidak tahu keberadaannya," kata Safar.

Awalnya, kata Safar, orang tua Safridawati didesak agar yang bersangkutan bisa ke Malaysia, untuk meyakinkan pelaku mengajak suaminya berinisial SB. Anak bungsu Nurdin pun berangkat ke negara tetangga untuk bekerja dan hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

"Kami berharap pihak kepolisian dapat melakukan penyelidik atas dugaan tindak pidana perdagangan manusia yang dilakukan oleh Mutia," ungkap ketua YARA.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...