Unduh Aplikasi

Warga Aceh Kirim Surat Terbuka untuk Google Indonesia

Warga Aceh Kirim Surat Terbuka untuk Google Indonesia
Foto: Ist

BANDA ACEH - Salah seorang warga Aceh, Haekal Afifa mengirimkan surat terbuka kepada google Indonesia.

Surat terbuka itu dikirimkan karena merasa keberatan terkait layanan Google terjemahan (Google Translate) bahasa Jawa (Javanese) dan bahasa Melayu ke bahasa Indonesia.

Surat terbuka itu disampaikan melalui akun Facebook pribadinya seperti yang dikutip AJNN, Rabu (16/10).

Haekal dalam surat terbuka itu juga melampirkan screenshot video sebagai bukti yang diakses pada tanggal 14 Oktober 2019, pukul 02.42 WIB (dini hari) dengan menggunakan fitur rekam layar smartphone miliknya.

Berikut surat lengkap Haekal Afifa kepada google Indonesia:

Surat Terbuka Untuk Google Indonesia 

Kepada Yth
Managing Director
Google Indonesia
Pacific Century Place Tower Level 45 SCBD
Lot 10, Jl. Jend. Sudirman No. 53,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12190

Dengan Hormat,

Perkenalkan saya Haekal Afifa, salah satu bangsa Aceh dan Warga Negara Indonesia saat ini tinggal di Banda Aceh. Dengan ini menyampaikan keberatan dan protes kepada pihak Google, khususnya layanan Google terjemahan (Google Translate).

Saya melihat, pada laman https://translate.google.com, opsi terjemahan dari bahasa Jawa (Javanese) dan bahasa Melayu ke bahasa Indonesia, frasa (1) ‘anak aceh’, (2) ‘pria aceh’, (3) ‘wanita aceh’, (4) ‘gadis aceh’, (5) ‘bocah aceh’, (6) ‘ibu aceh’, (7) ‘ayah aceh’, (8) ‘saya aceh’, (9) ‘keluarga aceh’, (10) ‘baju aceh’, (11) ‘suku aceh, (12) ‘orang aceh’, (13) ‘dunia aceh’, (14) ‘tokoh aceh’, (15) ‘bahasa aceh’, (16) ‘kakak aceh’, (17) ‘anak melayu’ ditulis dalam terjemahan bahasa Indonesia sebagai: (1) ‘bajingan’, (2) ‘Dasar brengsek’, (3) ‘seorang wanita yang kasar’, (4) ‘Dasar brengsek’, (5) ‘kamu bajingan’, (6) ‘Ibu brengsek’, (7) ‘Ayah brengsek’, (8) ‘Saya brengsek’, (9) ‘keluarga fanatik’, (10) ‘kaus kaki’, (11) ‘suku yang sakit’, (12) ‘bajingan’, (13) ‘dunia berantakan’, (14) ‘sosok yang kasar’, (15) ‘bahasa menghujat’, (16) ‘Anda brengsek’, (17) ‘bajingan’. Bahkan, jika frasa ‘anak aceh’ dari bahasa Jawa dan bahasa Melayu diterjemahkan ke bahasa Inggris maka ditulis terjemahannya sebagai ‘son of a bitch’.

Semua frasa tersebut yang ditampilkan oleh produk layanan Google terjemahan, khususnya opsi dari bahasa Jawa dan bahasa Melayu ke bahasa Indonesia itu terlihat seperti ada unsur kesengajaan dan bukan bagian dari terjemahan, tapi lebih kepada mendeskripsikan dan mendiskreditkan saya dan orang Aceh secara umumnya. 

Sebagai bangsa Aceh, marwah kami merasa telah dihina, direndahkan, didiskriminasi dan diperlakukan rasis oleh layanan Google terjemahan tersebut. Karena, dalam bahasa, budaya dan nilai hidup kami tidak pernah terdapat arti dari frasa seperti yang diterjemahkan oleh layanan perusahaan Anda.

Tindakan ini membuktikan bahwa perusahaan Anda, khususnya produk layanan Google terjemahan  tidak memiliki sistem verifikasi yang baik dan rasa sensitifitas terhadap keberagaman budaya, bahasa, suku, adat serta peradaban masyarakat di Indonesia yang berpotensi konflik horizontal dan memecahkan persatuan bangsa Indonesia. 

Maka, saya meminta kepada pihak perusahaan Google LLC atau pihak Google Indonesia untuk menghapus frasa-frasa tersebut diatas pada produk layanan Google terjemahan (Google Translate) khususnya terjemahan dari bahasa Jawa dan Melayu ke Bahasa Indonesia dan Inggris yang mengandung diskriminatif rasial sesegera mungkin.

Hal itu tidak saja meresahkan saya sebagai bangsa Aceh dan membuat saya tidak nyaman, tapi juga telah melanggar; (1) Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial atau ICERD (International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination) yang sudah disahkan oleh Sidang Majelis Umum PBB Nomor 2106 (XX) pada 21 Desember 1965 serta telah diratifikasi oleh Republik Indonesia pada 25 Juni 1999. (2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Saya yakin, sebagai sebuah perusahaan multinasional yang menawarkan produk dan layanan yang mendunia, para pekerja Anda tentunya paham dengan aturan dan regulasi diatas. Karena sampai kapanpun dan dimanapun praktek rasial harus segera dihentikan. Perusahaan Anda memiliki peran besar untuk mulai menghentikannya dari sekarang.

Demikian Surat Terbuka ini saya sampaikan, Semoga Perusahaan Anda lebih baik dan bijak dalam melakukan verifikasi dan validasi terjemahan serta menindak tegas dan tidak memberi ruang kepada orang-orang atau Komunitas Google Terjemahan yang berpotensi diskriminasi rasial, sehingga kesalahan seperti ini tidak terulang kembali kepada kami dan etnis atau bangsa-bangsa yang lain di Indonesia khususnya dan di belahan dunia manapun yang menikmati layanan perusahaan Anda pada umumnya.

Saya berharap, siapapun dari orang-orang atau Komunitas Google Terjemahan yang telah melakukan diskriminasi rasial semacam ini kepada kami untuk tidak pernah diberikan ruang sampai kapanpun dan diblokir dalam produk layanan apapun dari perusahaan Anda. Terimakasih.

Salam,
Yang telah direndahkan,

Haekal Afifa
Warga Negara Indonesia,
Orang Aceh

Tembusan:
Mr. Sundar Pichai (sundar@google.com)
CEO Google LLC
Di Amphitheatre Parkway, Mountain View, USA

International Labour Organization - Organisasi Perburuhan Internasional
Di Menteng, Jakarta Pusat, Indonesia.

Kementerian Hukum dan HAM RI
Di Kuningan, Jakarta Selatan, Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
Di Jln. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Indonesia.

Komnas HAM RI
Di Menteng, Jakarta Pusat, Indonesia.

Catatan:
Saya melampirkan screenshot video sebagai bukti yang saya akses pada tanggal 14 Oktober 2019 Pukul 02.42 Waktu Indonesia Barat (dini hari) dengan menggunakan fitur rekam layar smartphone Vivo pribadi saya.

Komentar

Loading...