Unduh Aplikasi

Warga Aceh di Malaysia Keluarkan Seruan Bersama

Warga Aceh di Malaysia Keluarkan Seruan Bersama
Potongan imbauan warga Aceh di Malaysia

BANDA ACEH - Warga Aceh di Malaysia mengeluarkan seruan bersama tentang musibah dan program kemanusiaan dampak virus corona (Covid-19) untuk masyarakat Aceh di Malaysia.

Dalam seruan bersama seperti di kirim ke AJNN, Kamis (23/4), masyarakat Aceh di Malaysia menyampaikan sembilan poin kepada Pemerintah Aceh.

Adapun sembilan poin tersebut berbunyi sebagai berikut :

- Masyarakat Aceh di Malaysia sangat prihatin dengan musibah wabah virus corona (COVID-19) yang sedang dihadapi oleh masyarakat Aceh baik yang berada di Malaysia ataupun di Indonesia.

- Masyarakat Aceh di Malaysia mendukung penuh kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) yang diimplementasikan oleh Pemerintah Malaysia sejak 18 Maret 2020 lalu untuk mencegah penyebaran wabah ini secara meluas. 

- Pada masa yang sama, kami masyarakat Aceh di Malaysia, menyadari dampak negatif PKP ini terhadap masyarakat Aceh yang bekerja di Malaysia terutama sekali yang bekerja di sektor informal ataupun bekerja secara harian. PKP menyebabkan mereka tidak dapat bekerja untuk sementara waktu sehingga mereka kehilangan pendapatan dan akibatnya tidak dapat membeli sembako. Oleh karena itu, kami segera terpanggil untuk mengulurkan tangan membantu masyarakat Aceh yang menghadapi masalah tidak mampu membeli sembako. Kegiatan ini dilakukan melalui penggalangan dana dan distribusi bantuan berupa paket-paket sembako kepada masyarakat Aceh di seluruh pelosok Malaysia.

- Sumber dana untuk kegiatan ini merupakan swadaya pengusaha, terutama pengusaha kedai runcit dan masyarakat Aceh di Malaysia. Kegiatan penggalangan dana dan distribusi sembako ini, semuanya dilakukan oleh para relawan yang terdiri dari masyarakat Aceh sendiri. Sampai hari ini masyarakat Aceh di Malaysia sudah mendistribusikan sekitar 30.000 paket sembako masing-masing senilai RM50 per paket, sehingga jumlah bantuan keseluruhan bernilai RM 1.5 juta atau sekitar 5.3 miliar rupiah.

- Masyarakat Aceh di Malaysia sangat berterima kasih kepada semua donatur dan relawan yang sudah membantu dan bergerak sejak PKP dimulai pada 18 Maret 2020. Di sisi lain, kami juga menyadari bahwa apa yang dilakukan ini masih sangat kecil dan masih banyak lagi masyarakat Aceh yang belum terbantu. Oleh karena itu, kami meminta maaf jika ada kawasan-kawasan yang belum dapat disalurkan bantuan sembako karena keterbatasan dana swadaya yang kita miliki.

- Pada masa yang sama permintaan bantuan sembako dari rakyat Aceh di seluruh pelosok Malaysia terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan ada beberapa kawasan yang sudah menyampaikan bahwa mereka sudah mulai kelaparan karena belum ada bantuan yang diterima. Hal ini secara otomatis menyebabkan biaya yang diperlukan untuk terus menyediakan bantuan sembako ini juga semakin meningkat dan perlu disediakan secepat mungkin. Sementara itu jumlah donatur yang membantu juga berkurang drastis karena hampir 50 persen pengusaha Aceh yang bergerak di bidang-bidang selain kedai runcit, harus menutup usaha mereka sejalan dengan kebijakan PKP yang memerintahkan semua usaha di luar bidang kebutuhan pokok (essensial services) untuk ditutup sepanjang PKP diterapkan. Kondisi ini tentu semakin menyulitkan bagi para donatur dan relawan yang selama ini berswadaya memberikan bantuan. Oleh karena itu, masyarakat Aceh di Malaysia mengharapkan Pemerintah Aceh untuk segera memberikan perhatian terhadap kesulitan yang dihadapi oleh rakyat Aceh di Malaysia.

- Mengingat ancaman kelaparan yang dihadapi oleh masyarakat Aceh di Malaysia dan semakin berkurangnya kemampuan donatur di sini untuk membantu mereka, maka kami sangat mengharapkan Pemerintah Aceh untuk segera mengalokasikan dana bantuan sembako kepada rakyat Aceh di Malaysia yang sedang dilanda kesusahan akibat dampak dari wabah COVID-19. Alokasi bantuan tersebut dapat disalurkan secara langsung baik melalui komunitas masyarakat Aceh di Malaysia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur ataupun saluran lain yang dipercaya oleh Pemerintah Aceh. 

- Pemerintah Aceh perlu segera mengambil langkah yang luar biasa dalam rangka menghadapi situasi yang luar biasa ini. Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh ini paling tidak akan membuat masyarakat Aceh yang sedang di sana dapat bertahan hidup, sampai PKP berakhir, sehingga mereka tidak berbondong-bondong pulang ke Aceh dalam situasi darurat ini, yang secara otomatis akan menambah beban Pemerintah Aceh dalam mengatasi wabah COVID-19 di daerah kita.

- Masyarakat Aceh di Malaysia sekali lagi mengharapkan agar Pemerintah Aceh dapat segera mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapi oleh masyarakat Aceh di Malaysia.

Seruan bersama itu ditandatangani oleh 25 orang perwakilan rakyat Aceh di Malaysia, diharapkan menjadi perhatian seluruh jajaran Pemerintah Aceh.

Adapun yang menandatangi seruan bersama itu yakni, Amiruddin AB Bakar (Wakil Gombak, Selangor) Bukhari Ibrahim (Wakil Johor) Fahmi M. Nasir (Wakil Mahasiswa) Fathurrachman Mohd. Amin (Wakil Greenwood, Selangor) Husin Ali (Wakil Taman Datuk Harun, Petaling Jaya, Selangor) Iqbal Abdullah (Wakil Mahasiswa) Jazni Ghani (Wakil Kedah) Lukman Muhammad (Wakil Terengganu) Madiyo Ahmad Jirin (Wakil Klang, Selangor) Mansyur Usman (Wakil Kuala Lumpur).

Kemudian, Maulida Ahmad (Wakil Ampang, Selangor) Muhammad Amiruddin (Wakil Pahang)
Muhammad Jafar Ibrahim (Wakil Melaka) Muhammad Nor (Wakil Bukit Mertajam, Pulau Pinang) Muhammad Nur Abdul Rahman (Wakil Manjung, Perak) Mukhtar Abdullah (Wakil Kajang, Selangor) Murdani Awahid (Wakil Klang, Selangor) M. Jamil Amin (Wakil Seremban, Negeri Sembilan)
Nazaruddin Ismail (Wakil Bangi, Selangor) Nurjannah Abubakar (Wakil Kota Damansara, Selangor) Rauzatul Jannah (Wakil Klang, Selangor)
Rizal Waqiasan (Wakil Pulau Pinang)
Saifuddin Ali Mahmud (Wakil Sungai Buloh, Selangor) Tengku Isramie Tengku Abdullah (Wakil Ampang, Selangor) dan
Puan Yusra Hasballah (Wakil Johor).

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...